Olahraga

Tottenham Sebut Serangan Rasial terhadap Son "Menjijikkan"

"Ini akan dilaporkan ke platform (media sosial) bersama Liga Primer untuk tindakan lanjutan yang paling efektif," cuit Tottenham Hotspur.


Tottenham Sebut Serangan Rasial terhadap Son "Menjijikkan"
Gelandang Tottenham Hotspur, Heung -Min Son, ketika berlutut sebagai aksi menentang rasisme dalam salah satu pertandingan. (TWITTER/Tottenham Hotspur)

AKURAT.CO, Tottenham Hotspur mengambil tindakan lebih terhadap pelecehan rasial yang dialami oleh salah satu pemain mereka, Heung-Min Son. Pemain asal Korea Selatan tersebut diketahui mengalami pelecehan rasial setelah Tottenham kalah 1-3 atas Manchester United (MU) di London, Inggris, Minggu (11/4).

“Satu pertandingan lagi dan pelecehan rasial yang lebih menjijikkan dialami oleh salah satu pemain kami. Ini akan dilaporkan ke platform (media sosial) bersama Liga Primer untuk tindakan lanjutan yang paling efektif,” cuit Tottenham di akun Twitter mereka.

Dalam pertandingan di Stadion Tottenham Hotspur tersebut, Son mencetak gol untuk kekalahan timnya namun juga menjadi penyebab dianulirnya gol MU yang dicetak oleh Edinson Cavani. Wasit menyatakan pelanggaran oleh Scott Tominay terhadap Son yang dianggap sebagai aksi penipuan oleh Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer.

Ini adalah kali kedua Tottenham harus bereaksi terhadap pelecehan rasial yang dialami pemainnya hanya dalam dua pekan terakhir. Pada April lalu, bek asal Kolombia, Davinson Sanchez, juga mengalami serangan di akun media sosialnya.

Keluhan yang disampaikan The Lilywhites–julukan Tottenham–ini merupakan masalah yang sepertinya sulit menemukan “ujung”. Pasalnya, baik klub dan Pemerintah Inggris telah berulangkali meminta platform media sosial untuk bertindak lebih tegas terhadap pelaku pelecehan.

Pada Jumat pekan lalu, sejumlah manajer klub Liga Primer bahkan mengajak untuk melakukan boikot terhadap media sosial. Hal ini merupakan respons atas semakin seringnya pelecehan rasial yang diarahkan kepada pesepakbola.

Klub juara Liga Skotlandia dan tim kasta kedua Inggris, Swansea City, telah lebih dulu melakukan boikot. Bersama Birmingham City, mereka memboikot media sosial selama sepekan.

Juara bertahan Liga Primer Inggris, Liverpool, juga menegaskan bahwa mereka mendesak agar ujaran rasial di media sosial tidak lagi berlanjut. Terakhir, pemain Liverpool yang mendapatkan serangan di media sosial adalah Trent Alexander-Arnold, Naby Keita, dan Sadio Mane.

Pada akhir Maret lalu, mantan penyerang Arsenal dan Barcelona, Thierry Henry, bahkan memutuskan untuk menonaktifkan akun media sosialnya sampai platform tersebut mengambil tindakan yang dianggapnya bisa menghentikan praktik pelecehan rasial.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu