News

Tornado Terjang Beberapa Kota di Jerman, 43 Orang Luka Berat

Jerman diterjang tornado parah.


Tornado Terjang Beberapa Kota di Jerman, 43 Orang Luka Berat
Tornado di Jerman. (bbc.com)

AKURAT.CO Tornado memporak-porandakan beberapa kota di Jerman bagian barat pada Jumat (20/5) lalu. Menurut kepolisian setempat, setidaknya 43 orang mengalami luka-luka akibat serangan tornado tersebut. 

Sejumlah otoritas di kota Paderborn menyatakan bahwa tornado menghancurkan atap dan membuat puing-puing berserakan sejauh beberapa kilometer. 

Akibat terjangan tornado tersebut, setidaknya 10 orang mengalami luka berat dan seorang wanita mengalami kritis. Sedangkan seorang pria berusia 38 tahun dilaporkan meninggal dunia di tempat. 

baca juga:

Kepolisian kota yang dihuni oleh sekitar 150 ribu penduduk tersebut mengunggah deretan potret yang menunjukkan beberapa pohon tumbang dan bahkan terbagi menjadi dua bagian.

Selain itu, beberapa atap juga terlihat robek dan tercerabut dari rumahnya. Sedangkan sejumlah video potret di media sosial juga memperlihatkan sebuah tornado yang berputar membentuk silinder yang dipenuhi dengan puing-puing reruntuhan. 

“Lembar logam, lapisan tembok, hingga berbagai material lainnya terbawa hingga beberapa kilometer jauhnya. Berbagai atap rumah rusak parah. Sejumlah pohon juga tumbang di atas mobil yang telah hancur,” ucap kepolisian Paderborn. 

Sementara itu, media lokal mengutip laporan kepolisian bahwa seorang pria berusia 38 tahun meninggal dunia di kota Wittgert atau sekitar 180 kilometer di barat daya Paderborn. 

“Dia mengalami sengatan listrik di ruangan bawah tanah yang kebanjiran,” ucap kepolisian. 

Perwakilan pemadam kebakaran setempat menyatakan bahwa kota Lippstadt sekitar 30 kilometer dari Paderborn kemungkinan juga diterjang tornado tersebut meskipun hingga kini tidak ada laporan terkait korban. 

Sejumlah potret yang beredar di media sosial juga memperlihaatkan sebuah menara yang jatuh dan merobek atap dari gereja, dengan puing-puing berserakan di halaman gereja. 

Pembawa acara prakiraan cuaca dari BBC, Chris Fawkes, menyatakan bahwa Jerman biasanya mengalami beberapa tonado setiap tahunnya, tetapi sebagian besar di antaranya berlangsung sebentar dan tidak menyebabkan kerusakan berarti. 

Fawkes juga menambahkan bahwa jumlah terjadinya tornadi yang dilaporkan di Eropa mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi, laporan tersebut dianggap sebagai hasil dari teknologi prakiraan cuaca dan kesadaran yang lebih baik, dan termasuk pentingnya laporan dari media sosial. 

"Apakah perubahan iklim juga berperan, itu masih menjadi bahan perdebatan," pungkas Fawkes. []