News

Topan Tauktae Terjang India, 90 Penumpang Tongkang Hilang

Topan Tauktae menyebabkan tongkang milik Perusahaan Minyak dan Gas Alam India di lepas pantai Mumbai karam.


Topan Tauktae Terjang India, 90 Penumpang Tongkang Hilang
Topan Tauktae menerjang pantai barat India pada Senin (17/5). (Foto: BBC)

AKURAT.CO, Lebih dari 90 orang hilang setelah tongkang di lepas pantai Kota Mumbai, India, karam diterjang topan Tauktae yang dahsyat.

Dilansir dari BBC, angkatan laut India mengungkapkan telah menyelamatkan 177 dari 270 orang di atasnya. Upaya pencarian korban pun masih berlangsung. Sementara itu, tiga tongkang komersial lainnya yang membawa sekitar 700 orang masih terdampar di laut.

Topan Tauktae melemah setelah menghantam pantai barat India pada Senin (17/5). Namun, setidaknya 12 orang telah tewas akibat badai ini.

BBC

Tongkang yang rusak milik Perusahaan Minyak dan Gas Alam India (ONGC) tersebut membawa personel untuk pengeboran lepas pantai. Saat badai melanda, jangkar tongkang lepas dan kapal mulai terhempas.

Menurut juru bicara angkatan laut India, mereka telah mengirim 3 kapal perang untuk menyelamatkan penumpang di 3 kapal tongkang komersial yang terdampar. Dua kapal tongkang berada di lepas pantai Mumbai, sedangkan yang ketiga berada di lepas pantai Gujarat.

ONGC mengatakan pihaknya juga telah mengerahkan perahu untuk menyelamatkan personelnya.

Topan Tauktae yang awalnya masuk klasifikasi 'sangat ganas' menghantam negara bagian Gujarat pada Senin (17/5). Kencangnya angin pun menumbangkan pohon dan tiang listrik di bagian barat. Di distrik Saurashtra, pasokan listrik telah diputus untuk tindakan pencegahan.

Sekitar 200 ribu orang di sejumlah negara bagian dievakuasi saat topan mendekat.

BBC

India diterjang badai di tengah gelombang kedua COVID-19 yang membuat rumah sakit kewalahan. Tauktae sendiri menjadi topan terkuat yang melanda pantai Gujarat sejak 1998.

Pada Selasa (18/5) pagi, topan dilaporkan semakin melemah dan akan terus melemah secara bertahap dalam 3 jam ke depan. Namun, otoritas telah meminta masyarakat agar tetap waspada lantaran sejumlah daerah di Gujarat terus diterjang angin kencang.

Meski kasus COVID-19 di 2 negara bagian tersebut telah menurun, dampak buruk gelombang kedua masih terasa. Lebih dari 200 ribu warga di dataran rendah dipindahkan ke tempat pengungsian. Akibatnya, timbul kekhawatiran muncul klaster baru virus corona dalam beberapa pekan mendatang. Pemerintah federal juga memerintahkan penghentian vaksin di sejumlah kota pesisir yang diperkirakan berisiko.

Badai ini juga menambah tantangan bagi rumah sakit di India. Mumbai memindahkan 580 pasien positif COVID-19 dari pusat khusus ke rumah sakit umum sebagai tindakan pencegahan.

Sementara itu, tim penyelamat dari Pasukan Tanggap Bencana Nasional (NDRF) dan Angkatan Darat India telah dikirim ke wilayah yang terdampak parah di negara bagian Gujarat dan wilayah Diu.

Hujan dari badai ini juga menewaskan 6 orang di Kerala, Karnataka, dan Goa selama akhir pekan saat topan bergerak di sepanjang garis pantai barat. Rumah-rumah hancur dan listrik terganggu di beberapa distrik negara bagian tersebut.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co