News

Tonga Akhirnya Rilis Pernyataan Resmi Soal Letusan Gunung Bawah Laut

Pemerintah Tonga mengakui bahwa letusan itu, yang memicu tsunami dahsyat adalah bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Tonga Akhirnya Rilis Pernyataan Resmi Soal Letusan Gunung Bawah Laut
Tonga mengakui bahwa pulaunya telah dilanda 'bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya' (Layanan Geologi Tonga/Express/Reuters via CNN)

AKURAT.CO  Pemerintah Tonga akhirnya merilis pembaruan pertamanya sejak gunung berapi bawah laut di pulau itu meletus pada Sabtu (15/1) pekan lalu. 

Dalam pernyataan resminya tersebut, pemerintah Tonga mengakui bahwa letusan itu, yang memicu tsunami dahsyat adalah bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lebih lanjut, pemerintah mengonfirmasi adanya tiga kematian akibat bencana tersebut. Mereka adalah dua penduduk setempat dan seorang warga negara Inggris. 

baca juga:

Dikatakan pula bahwa beberapa pulau terpencil yang lebih kecil terkena dampak parah, dengan semua rumah hancur di satu pulau dan hanya dua yang tersisa di satu pulau lain.

Keterangan pemerintah Tonga itu pun selaras dengan laporan sebelumnya, yang menunjukkan sebuah desa yang seluruhnya hancur di satu pulau dan bangunan rata di pulau lain.

PBB juga sempat melaporkan kerusakan parah pada properti di pantai barat Tongatapu.  

Lalu di ibu kota Nukuʻalofa, kata Komisi Tinggi Selandia Baru, selain tepi laut, daerah itu sebagian besar tidak rusak.

Ada pula kekhawatiran bahwa korban meninggal sebenarnya jauh lebih tinggi. 

"Kemungkinan akan ada lebih banyak kematian dan kami hanya berdoa agar itu tidak terjadi," terang Wakil Kepala Misi Tonga di Australia, Curtis Tu'ihalaningie, seperti dikutip dari BBC.

Upaya bantuan, sementara itu, masih terhambat oleh abu yang jatuh dari gunung berapi. Demikian pula dengan komunikasi yang masih terbatas karena kerusakan kabel bawah laut yang menghubungkan Tonga ke seluruh dunia terputus akibat letusan. 

Pernyataan pemerintah Tonga juga datang setelah sebelumnya, seorang wanita Inggris dilaporkan hilang hanyut oleh tsunami bersama dengan anjing-anjingnya. Beberapa saat kemudian, saluran berita Inggris, Sky News memberitakan bahwa wanita itu, yang bernama Angela Glover, dari Brighton, telah ditemukan. Namun, saat ditemukan itu, kondisinya sudah tidak bernyawa. 

Dilaporkan, Angela adalah Wakil Presiden dari Tonga Animal Welfare Society, dan dia tersapu tsunami bersama dengan suaminya, James Glover. James sendiri dilaporkan selamat usai berpegangan pada pohon.[]