News

Tolak Subsidi BBM, Bamsoet Sarankan Masyarakat Beralih ke Kendaraan Listrik

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menyebut, ada orang-orang yang membeli BBM subsidi untuk perorangan, namun dijual kembali untuk kebutuhan industri.


Tolak Subsidi BBM, Bamsoet Sarankan Masyarakat Beralih ke Kendaraan Listrik
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat memberikan kata sambutan dalam Focus Group Discussion (FGD) di Media Center, Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR-DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (4/10/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengaku menolak subsidi bahan bakar minyak (BBM) lantaran rawan penyalahgunaan. 

Menurutnya, subsidi BBM ini seringkali tidak tepat sasaran sehingga dinikmati pihak yang tidak boleh menerima subsidi.

"Saya sesungguhnya termasuk kelompok orang yang tidak setuju subsidi. Karena ini rawan dimanfaatkan," kata Bamsoet dalam acara diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/8).

baca juga:

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menyebut, ada orang-orang yang membeli BBM subsidi untuk perorangan, namun dijual kembali untuk kebutuhan industri.

"Bahkan setiap kasus, orang beli berliter-liter solar tapi dijual ke industri, karena disparitas harganya cukup tinggi dan mungkin ini orang enggak tau kerjanya tapi rumah tangganya mewah, banyak duit, padahal kerjanya cuma beli bensin, antri, dijual," ucap Bamsoet.

Oleh karena itu, kata Bamsoet, pemberian subsidi lebih baik dialihkan kepada bantuan langsung tunai (BLT) agar tepat sasaran.

"Saya lebih setuju kalau subsidi itu diberikan langsung, tunai kepada masyarakat yang datanya pemerintah sudah punya," ungkap Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu. 

Maka dari itu, Bamsoet mengajak masyarakat sebaiknya beralih dari kendaraan bahan bakar fosil atau konvensional dan beralih ke kendaraan listrik. 

Selain harganya yang sudah terjangkau, Bamsoet meminta masyarakat membeli mobil atau motor listrik untuk mengurangi beban negara.

"Penting untuk lebih mempercepat migrasi dari BBM konvensional kepada listrik. Harga-harga mobil dan motor listrik itu sekarang udah mulai terjangkau oleh masyarakat," kata Bamsoet.

"Jadi, kalau mau jadi pahlawan, segaralah tinggalkan kendaraan berbahan bakar konvensional karena itu memberatkan anggaran negara, mulai beralih ke listrik. Ini meringankan beban negara," tukas dia. []