Entertainment

Tolak Gugatan, Pihak Ustadz Yusuf Mansur Minta Bukti Kepada Korban Investasi

Yusuf Mansur menolak gugatan dari korban investasi


Tolak Gugatan, Pihak Ustadz Yusuf Mansur Minta Bukti Kepada Korban Investasi
Ustadz Yusuf Mansur bersama putrinya, Wirda Mansur di Kawasan Tandean, Jakarta Selatan, Senin (1/2) (AKURAT.CO/Agussalim)

AKURAT.CO, Pihak Ustadz Yusuf Mansur menolak materi gugatan korban investasi tabung tanah. Hal tersebut mereka sampaikan dalam sidang mediasi yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (26/1).

"Kuasa hukum tergugat menyatakan bahwa tidak bisa menerima gugatan kita ketika ditanya alasannya kenapa sama mediaotr mereka minta bukti bukti," ujar Asfa Davy Bya, kuasa hukum korban di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (26/1).

Mengenai permintaan pihak Ustadz Yusuf Mansur itu, Asfa Davy mengatakan bahwa bukti hanya bisa dibuka ketika persidangan sudah masuk materi pokok perkara. Sehingga demikian, Asfa mengaku pihaknya telah menyiapkan bukti yang berkaitan dengan gugatan kliennya.

baca juga:

"Kalau bukti kami tdak bicara di sidang mediasi tapi di sidang pokok perkara. Tentunya kami sebagai penggugat sudah ada buktinya," jelas Asfa Davy Bya.

Davy Bya tidak keberatan walaupun pihak Ustadz Yusuf Mansur memilih melanjutkan perkara ke persidangan. Lagipula menurutnya, Yusuf Mansur telah melakukan perbuatan melawan hukum.

"Intinya kami ingin ditetapkan saudara Ja'man (Yusuf Mansur) melakukan perbuatan melawan hukum karena telah mengambil dana masyarakat untuk kepentingan koperasi Indonesia berjamaah tanpa izin," ungkapnya.

"Artinya kita mengacu kepada Undang-Undang Perbankan yang mengatakan bahwa penarikan dana masyarakta oleh sebuah koperasi tanpa izin itu melawan hukum, dasarnya itu," sambungnya.

Sebagai informasi, sebelumnya penggugat Sri Sukarti dan Marsiti mengikuti investasi tabung tanah kepada Ustadz Yusuf Mansur sejak tahun 2014 silam. Sebenarnya, Yusuf Mansur sudah mengembalikan dana awal yang mereka masukkan.

"Awalnya sulit karena mereka menghubungi susah, melalui email juga, karena enggak jelas investasinya berapa lama. Alhamdulillah dikembalikan dari yang pernah dikirim sebelumnya tanpa adanya uang kerohiman, uang bagi hasil," tukasnya.

Namun mereka melayangkan gugatan itu karena Yusuf Mansur tidak memberikan uang bagi hasil dari keuntungan investasi. Padahal diawal kerjasama, ia menjanjikan kepada mereka 8 persen perbulan dari hasil keuntungan.

Dari gugatan itu, penggugat meminta ganti rugi senilai Rp190 juta dan Rp140 juta kepada Ustadz Yusuf Mansur. Angka itu merupakan tuntutan ganti rugi secara keseluruhan.