News

Tolak Divonis 4 Tahun, HRS Langsung Ajukan Banding

Habib Rizieq Syihab (HRS) langsung menyatakan banding atas putusan majelis hakim yang telah menjatuhkan vonis 4 tahun pada dirinya


Tolak Divonis 4 Tahun, HRS Langsung Ajukan Banding
Sidang Rizieq Shihab (Istimewa)

AKURAT.CO  Habib Rizieq Shihab (HRS) langsung menyatakan banding atas putusan majelis hakim yang telah menjatuhkan vonis 4 tahun pada dirinya. Ia menyatakan ada beberapa hal yang tak bisa ia terima dalam proses persidangan sebelum vonis dijatuhkan. Ada dua hal utama yang menjadi pokok penolakannya atas vonis majelis hakim tersebut. 

Yakni saksi ahli yang tidak dihadirkan ke muka hakim dan otentisitas bukti yang dijadikan pembenar pertimbangan hakim. 

"Setelah saya mendengar putusan yang dibacakan oleh majelis hakim dan saya dapatkan di sana ada beberapa hal yang saya tidak bisa terima," kata HRS datar, Kamis (24/6/2021). 

Penolakan itu misalnya soal tuntutan jaksa untuk mengajukan saksi ahli forensik ke muka hakim. HRS menyatakan, hingga berakhirnya sidang, saksi ahli forensik itu tak juga mereka hadirkan. 

"Di antaranya tuntutan jaksa mengajukan saksi ahli forensik di pengadilan, padahal di pengadilan ini saksi ahli forensik tidak pernah hadir. Kedua, saya keberatan majelis hakim, tidak lagi menggunakan hasil otentik di dalam Pasal 14 Ayat 1 UU 1/1946. Masih banyak lagi saya tidak sebutkan karena membuang-buang waktu saja," katanya. 

Dengan dua alasan penolakan itu, HRS langsung menyatakan menolak semua putusan hakim dan menyatakan banding ke tingkat pengadilan tinggi. Nantinya, hakim pengadilan tinggi yang akan menimbang keputusan vonis majelis hakim di pengadilan negeri. 

"Jadi dengan dua alasan tadi yang saya sampaikan majelis hakim, dengan ini saya menolak putusan majelis hakim dan saya menyatakan banding," katanya. 

Sebelumnya diberitakan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur akhirnya menghukum Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan vonis empat tahun penjara. HRS disebut terbukti dan meyakinkan melakukan tindakan pidana menyebarkan kabar bohong terkait kasus hasil tes usap di RS UMMI, Bogor.

"Muhammad Rizieq Shihab telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan perbuatan dengan niatan pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum dan dijatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun," kata Hakim, kamis (24/6/2021).[]