Lifestyle

Tokopedia Turut Iringi Kisah Sukses "Onde-onde Njonja Moeda" Beradaptasi dengan Zaman

Menuai sukses besar setelah serius berjualan online, padahal awalnya sempat pesimistis.


Tokopedia Turut Iringi Kisah Sukses
Kini usaha Onde-onde Njonja Moeda sudah memasuki generasi ketiga alias diteruskan oleh sang cucu bernama Debby Natalia. Sebagai generasi penerus, Debby ingin usaha Onde-onde Njonja Moeda tetap berkembang mengikuti perkembangan zaman. (DOK/Instagram @njonjamoeda.solo)

AKURAT.CO, Anda pasti sudah tahu dong onde-onde gandum? Dibuat dari bahan dasar tepung terigu dan taburan biji wijen, camilan ini juga dikenal sebagai kue ketawa. Yuk ikuti kisah sukses Onde-onde Njonja Moeda!

Teksturnya yang empuk dan gurih membuat onde-onde gandum ini, hampir disukai banyak kalangan. Apalagi cita rasanya yang khas, bikin onde-onde gandum selalu menghadirkan sensasi nostalgia saat melahapnya.

Jajanan tradisional ini bisa dijumpai di berbagai daerah di nusanara, termasuk di kota Solo yang ternyata punya onde-onde gandum khas daerahnya yang patut dicoba! Onde-onde gandum tersebut bernama, Onde-onde Njonja Moeda.

Kelezatan onde-onde ini pun sudah terkenal di mana-mana, bahkan nyaris selalu dijadikan oleh-oleh wisatawan saat berlibur ke kota Solo.

Kini usaha Onde-onde Njonja Moeda sudah memasuki generasi ketiga alias diteruskan oleh sang cucu bernama Debby Natalia. Sebagai generasi penerus, Debby ingin usaha Onde-onde Njonja Moeda tetap berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Ia pun berupaya mengenalkan onde-onde khas Solo ini ke pasar yang lebih luas dengan membuka toko online resmi di Tokopedia pada Juni 2019. Adanya pandemi membuat Debby lebih serius melakukan ekspansi bisnis di ranah digital, khususnya melalui platform Tokopedia.

“Kenapa Tokopedia? Selain karena aplikasi asli buatan Indonesia, secara tampilan Tokopedia lebih mudah digunakan. Kami mendapatkan banyak sekali kemudahan. Mulai pengiriman barang jadi lebih praktis,” ucapnya kepada media baru-baru ini.

Tokopedia juga, lanjut Debby, memberikan gratis ongkir. “Selain itu, kami juga dapat maintenance pelanggan dengan tepat sasaran, karena ada fitur follower toko dan broadcast chat. Jadi, kalau dulu Tokopedia sebatas etalase saja, sejak pandemi kami benar-benar memaksimalkannya untuk berjualan secara digital,” tuturnya.

Debby mencontohkan upaya maksimal tersebut, dengan memajang foto-foto produk lebih bagus, gencar melakukan promo, hingga aktif mengikuti webinar. “Hasilnya performa toko Onde-onde Njonja Moeda di Tokopedia meningkat, dan kami berhasil menggaet pelanggan baru,” papar dia.

Debby pun mengaku sangat bersyukur, karena berkat ekspansi digital melalui Tokopedia, omzet Onde-onde Njonja Moeda tetap stabil, “Ketika penjualan toko offline selama pandemi tak menentu, karena beragam peraturan macam PSBB atau PPKM, penjualan online di Tokopedia sangat membantu. Bahkan, sangat berkontribusi besar akan keberlangsungan toko dan pegawai kami.”

Menurut Debby, selama Agustus 2021, jumlah transaksi Onde-onde Njonja Moeda meningkat hampir 3 kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama dua tahun sebelumnya.

Kini pelanggan setia Onde-onde Njonja Moeda tak hanya berasal dari Solo dan sekitarnya, melainkan justru paling banyak berasal dari Jabodetabek.

Sebagian besar pelanggan sangat suka dengan Onde-Onde Gandum Klassiek (Vanilla). Produk favorit Onde-onde Njonja Moeda tersebut dinilai sangat empuk dan punya aroma khas yang menggugah selera. Selain itu, cita rasanya saat dimakan juga mampu memberikan sensasi nostalgia, karena rasanya tak berubah dari dulu sampai sekarang.

Bergabung dengan Komunitas UMKM Rasa Solo

Selain melakukan ekspansi bisnis dengan berjualan online secara mandiri di Tokopedia, Debby juga aktif mengenalkan produk Onde-onde Njonja Moeda dengan mengikuti beragam kelas dan sharing session di komunitas UMKM Rasa Solo.

“Saya percaya networking menjadi salah satu bagian penting dalam mengembangkan bisnis. Salah satunya saya lakukan dengan bergabung di Rasa Solo. Komunitas tersebut punya networking yang luas, serta punya tampilan desain yang kekinian dan menarik, karena dikelola generasi muda yang kreatif serta kaya ide-ide segar,” tuturnya.

Selain itu, Rasa Solo tak hanya berorientasi pada profit, tetapi pada human and business development dengan cara mengadakan webinar, serta berbagi informasi penting yang dibutuhkan oleh pelaku usaha. “Itulah alasannya kenapa Onde-onde Njonja Moeda akhirnya memutuskan bergabung dengan Rasa Solo,” jelas Debby.

Rasa Solo merupakan wadah bagi UMKM Kota Solo, agar bisa berkembang bersama. Sebagai sentra UMKM. Rasa Solo memberdayakan sejumlah pegiat usaha di kota tersebut. Selain Onde-onde Njonja Moeda, Rasa Solo juga merangkul Batik Mahkota Laweyan, Pecel Ndeso Yu Djasmo dan masih banyak lagi.

Tak hanya mengumpulkan para pegiat UMKM, komunitas yang digawangi oleh Michael Anggawinarta ini juga aktif mengadakan beragam pelatihan dan sharing session. Hal tersebut dilakukan demi memperkaya wawasan dan pengalaman para pelaku UMKM yang tergabung di Rasa Solo, agar tak berhenti berinovasi demi meningkatkan mutu dan kualitas, baik produk maupun pelayanan masing-masing.

Menariknya, semua produk UMKM di Rasa Solo dipasarkan secara online dan 100% penjualannya berasal dari Tokopedia. Meski begitu, omzet yang diraup Rasa Solo dengan berjualan di Tokopedia sejak April 2021 ini tak main-main, karena tembus ratusan juta Rupiah. 

Debby pun berharap lewat upaya ekspansi digital di Tokopedia maupun bergabung dengan Rasa Solo, usaha Onde-onde Njonja Moeda ke depan bisa semakin memperluas target pasar, bahkan diharapkan mampu melakukan ekspor dan menjadi kebanggaan Indonesia.

Ia pun tak segan untuk melakukan beragam inovasi, baik dari sisi produk maupun teknologi yang sesuai dengan tren pasar dan kebutuhannya.

Berdiri Sejak 1975

Bukan tanpa alasan kenapa Onde-onde Njonja Moeda begitu tersohor. Ini lantaran kudapan tersebut sudah berdiri sejak tahun 1975. Demi mempertahankan kualitas dan cita rasanya, pembuatannya bahkan dilakukan secara turun-temurun.

Kini, Debby melanjutkan usaha yang dibangun oleh omanya, untuk berjualan bermacam-macam camilan onde-onde khas Solo.

“Jadi Onde-onde Njonja Moeda aslinya dari oma saya, turun ke ibu, lalu ke saya sebagai generasi ketiga,” ungkap Debby.

Debby juga mengungkapkan tantangan yang harus dihadapi dalam meneruskan usaha Onde-onde Njonja Moeda. “Awalnya kami pesimistis saat hendak melanjutkan usaha ini. Sebab, kami melihat pangsa pasarnya sangat terbatas. Namun, hal tersebut justru membuat saya tertantang untuk lebih memberikan pemahaman ke konsumen, jika Onde-onde Njonja Moeda ini lebih sehat dan lebih empuk.”

Alasan kenapa bisa mengklaim Onde-onde Njonja Moeda lebih empuk dan sehat, karena digoreng menggunakan minyak kelapa. “Lalu, bertekstur empuk, karena kebanyakan orang mengira onde-onde itu bertekstur keras. Namun, Onde-onde Njonja Moeda lebih empuk, sehingga bisa dimakan segala usia, dari anak-anak sampai oma-opa,” pungkas Debby. []