Ekonomi

Tokoh Papua : Waspada Hoaks Dana Otsus, Infrastruktur, Hingga Freeport

Masyarakat agar berhati-hati dengan berita hoaks (berita palsu) perihal dana otonomi khusus, infrastruktur, hingga seputar Freeport


Tokoh Papua : Waspada Hoaks Dana Otsus, Infrastruktur, Hingga Freeport
Ketua Persatuan Gereja-gereja di Papua Pdt. Metusalah P A Mauri dalam Webinar, Jumat (23/7/2021). (Dok Istimewa)

AKURAT.CO Ketua Persatuan Gereja-gereja di Papua Pdt. Metusalah P A Mauri mengingatkan agar semua masyarakat agar berhati-hati dengan berita hoaks (berita palsu) perihal dana otonomi khusus, infrastruktur, hingga seputar Freeport yang semakin lama menimbulkan konflik di Papua.

Menurutnya usai webinar dengan tema “Konflik Keamanan di Papua dan Solusinya yang diselengarakan Moya Institute, Jumat (23/7/2021),  adanya konflik di Papua, membuat semua saudara dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas sampai Rote, prihatin

"Karena kita satu Bangsa, bahasa dan  tumpah darah. Kalau ada yang merasa sakit, semua merasa  sakit, meski berbeda kita tetap satu dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) Perlu diketahui, sejarah Papua dibelokkan Belanda dan OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang mendukung," ujarnya.

Menurut Mauri, adanya permasalahan atau konflik keamanan di Papua karena adanya kelompok separatis. Dengan kondisi tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) turun tangan untuk menangani masalah keamanan. 

Dia menambahkan, salah satu solusinya adalah dengan menginventarisir masalah atau isu di Papua. 

"Misalnya adanya isu politik, dana otsus (otonomi khusus) ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, Freeport. Isu itu  perlu diinventarisi. Dengan data yang akurat akan bisa selesaikan masalah dengan baik. Tentu dengan menggunakan hati nurani, cinta juga dengan Papua dan peradaban nusantara sebagai bagian dari anak bangsa," terang Mauri. 

Pasalnya, kondisi tanah Papua sangat damai dan terus membangun. Hanya saja, adanya propaganda dan beredarnya hoaks (berita palsu) yang memunculkan berita negatif di permukaan.

Dia mengungkapkan, solusi terbaik juga dengan duduk bersama orang Papua dan orang yang berseberangan. Menurutnya, upaya tersebut bisa menjadi jalan untuk mencari solusi. 

"Kami di Papua sangat damai dan cinta orang lain serta hidup berdampingan bersama-sama. Mereka ada dari gunung, pesisir pantai, dan lainnya. Ibaratnya, Papua adalah miniatur mini Indonesia semua suku ada. Jawa, Bali, Maluku, Kalimantan, Sunda, Sulawesi dan lainnya. Kami di Papua sangat mencintai dan hargai tiap orang datang dan berdamai," kata dia.