News

Tokoh Lintas Agama Ajak Masyarakat Bantu Pelayanan PMI

PMI DKI Jakarta menyelengarakan sarasehan dengan tema Keberagaman Agama untuk Kemanusiaan


Tokoh Lintas Agama Ajak Masyarakat Bantu Pelayanan PMI
Perayaan HUT Ke-76 PMI (Dokumen)

AKURAT.CO PMI DKI Jakarta menyelengarakan sarasehan dengan tema Keberagaman Agama untuk Kemanusiaan yang digelar rangka perayaan HUT ke-76 PMI yang jatuh pada tanggal 17 September.

Posisi strategis, tokoh dan pemuka agama juga dapat berbicara tentang PMI Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendi, dalam sambutan menjelaskan, sarasehan itu mengundang para tokoh agama dengan harapan ada petuah dan arahan sehingga PMI DKI Jakarta lebih baik lagi dalam bekerja.

"Posisi strategis, tokoh dan pemuka agama juga dapat berbicara tentang PMI, memberi masukan, arahan yang penting untuk PMI agar semakin bermanfaat bagi masyarakat," ujar Rustam.

Para narasumber, yaitu Juswanto Prananto, Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katholik Keuskupan Agung Jakarta, Maha Biksu Dutavira Sthavira Suhu Benny, I Dewa Nyoman Putra Swarsana, Suka Cita Banjar Jakarta, Chyntia Hani Tjen, Pelayanan Misi Nafiri Allah (PMNA), dan KH. Yusuf Aman Sekwil MUI DKI Jakarta, dengan moderator Arya Sandhiyudha, Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan PMI DKI Jakarta.

Kesemua tokoh komunitas agama yang menjadi narasumber menyampaikan ajakan kepada masyarakat Jakarta untuk ikut membantu pelayanan kemanusiaan PMI DKI Jakarta.

Maha Biksu Dutavira Sthavira yang akrab dipanggil Suhu Benny menyampaikan, "selamat diri hanya bisa dengan cara menyelamatkan orang lain, oleh karenanya umat Budha melalui Vihara yang kami asuh melakukan donor darah rutin sudah 30 tahun lebih". Arya menambahkan, "dalam catatan PMI memang Vihara Avalokitesvara, Mangga Besar, sejak 1983 sudah melakukan aksi donor darah tiap tahun 3 kali. Stamina kontribusi kemanusiaan yang luar biasa."

Adapun Keuskupan Agung Jakarta, seperti dipaparkan Juswanto, punya inovasi kemanusiaan dengan donor darah rutin sekaligus kegiatan pemeriksaan gula darah dan mata. "Gula darah itu untuk kalangan dewasa dan manula sangat penting diperhatikan, sementara mata kita lebih perhatikan anak-anak untuk menunjang kualitas belajarnya. Ajaran yang kami yakini saling mengasihi itu kami jalankan," kata Juswanto yang mewakili entitas Katholik.

Bagi Pelayanan Misi Nafiri Allah (PMNA) Chyntia menegaskan, "kasih itu tidak diam, kasih itu bergerak. Oleh karenanya, PMNA terus melakukan aksi donor darah secara rutin." Arya menambahkan bahwa, PMI mencatat bahwa  PMNA melakukan donor darah juga di bulan puasa umat Muslim, salah satunya untuk membantu PMI dalam ketersediaan darah yang turun di saat umat Muslim mayoritas dalam kondisi puasa, "meski fatwa MUI membolehkan yang puasa berdonor darah, namun antusiasme tetap berpengaruh turun. Di sinilah kita menjadi saudara sekemanusiaan."

I Dewa Nyoman Putra Swarsana menyampaikan, "dalam keyakinan Hindu, kebaikan yang kita lakukan akan terbalaskan kebaikan bagi anak-cucu." Sementara, Yusuf menggarisbawahi pentingnya masyarakat membantu PMI dalam pelayanan kemanusiaan, "bahwa Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin akan selalu memiliki jiwa membantu pada kemanusiaan, apapun agamanya."

Dalam rangkaian HUT tersebut, Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua tokoh dan komunitas agama yang telah setia berkolaborasi dengan PMI.

karena PMI berpegang pada prinsip Kepalangmerahan, kita tidak pernah melihat agama dan warna baju apapun, selama darahnya merah kita wajib melayani dan membantu," kata Rustam.[]