News

TNI AD Torehkan Sejarah, Selalu Jadi Juara Umum di AASAM


TNI AD Torehkan Sejarah, Selalu Jadi Juara Umum di AASAM
Tim TNI AD menerima penghargaan dari panitian kegiatan AASAM di Victoria Australia (Penkostrad)

AKURAT.CO, Prajurit TNI AD kembali mengharumkan nama Indonesia dalam ajang perlombaan menembak tingkat Internasional. Prajurit terbaik TNI AD yang dikirim ke Australia berhasil menjadi juara umum ke- 10 dalam kegiatan Australian Army of Skill Arm at Meeting (AASAM).

Sejak awal, perlombaan 2008 silam, Indonesia selalu meraih mendominasi peraihan medali dari berbagai cabang.

Gelar juara umum bukan tersebut telah diraih sebanyak sembilan kali secara berturut-turut hingga tahun 2016 lalu. Tahun ini TNI AD kembali merebut juara umum dengan perolehan medali 28 emas 6 perak 5 perunggu.

baca juga:

Kegiatan yang diadakan di Puckapunyal Military Range, Melbourne, Victoria, Australia ini sangat mendukung, pasalnya Puckapunyal adalah wilayah bersejarah yang digunakan sebagai area mobilisasi dan pelatihan selama Perang Dunia I awal 1920-an.

Kota ini memiliki akses terbatas yang dihuni terutama oleh keluarga komunitas militer Australia, Puckapunyal adalah rumah bagi Angkatan Darat Australia.

Pimpinan rombongan TNI AD, Letnan Kolonel Inf Josep T. Sidabutar mengatakan, kemenangan yang diraih oleh tim bukan tanpa proses, setiap mendapat undangan acara AASAM, seluruh petembak TNI AD melewati proses seleksi yang ketat yang diikuti oleh seluruh prajurit TNI AD baik yang berasal dari kesatuan Kopassus, Kostrad, maupun Kodam dengan materi-materi yang dilombakan. Selanjutnya para prajurit harus menjalani latihan penuh disiplin tinggi dan pembinaan fisik yang berat secara terpusat.

Sungguh hal yang luar biasa dan patut dibanggakan, para prajurit TNI AD meraih kemenangan dengan menggunakan senjata produksi dalam negeri yaitu buatan PINDAD yang berjenis SS2 V4. Banyak negara yang memiliki perusahaan senjata yang sudah modern dan berkualitas, tetapi fakta membuktikan bahwa produksi senjata Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Indonesia mampu menjadi yang terbaik diantara 20 negara dunia yang bertanding.[]