News

Tito Beri Deadline Kepala Daerah Selesaikan Aduan Masyarakat Paling Lambat Akhir Maret

Sebab, berdasarkan prosentasenya, penyelesaian keluhan masyarakat oleh pemda-pemda terbilang masih belum maksimal


Tito Beri Deadline Kepala Daerah Selesaikan Aduan Masyarakat Paling Lambat Akhir Maret
Mendagri M. Tito Karnavian (Istimewa)

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendesak kepala daerah untuk segera menyelesaikan pengaduan pengaduan masyarakat tahun lalu. Sebab, berdasarkan prosentasenya, penyelesaian keluhan masyarakat oleh pemda-pemda terbilang masih belum maksimal. Data Kemendagri mencatat baru 69,78 persen aduan masyarakat yang telah dituntaskan.

Seruan Mendagri itu tertuang dalam surat edaran Nomor 490/1921/SJ yang ditandatanganinya pada 18 Maret 2021. Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Gubernur dan Bupati atau Wali Kota se-Indonesia.

“Segera tindaklanjuti pengaduan pelayanan publik yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung dengan mengedepankan asas penyelesaian secara cepat, akurat, dan tuntas,” ujar Tito dikutip dalam surat edaran tersebut.

Berdasarkan amanat Undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik, pada pasal 2 ayat (2) huruf c Peraturan Presiden nomor 76 tahun 2013 tentang Pengelolaan Pelayanan Publik, seluruh penyelenggara pelayanan publik termasuk pemda wajib menerima, menanggapi, memproses dan menyelesaikan setiap pengaduan.

"Oleh karenanya, pengelola pelayanan publik juga diminta segera mengimplementasikan amanat tersebut, melalui pemanfaatan aplikasi pengaduan," katanya.

Dia mengungkapkan, sesuai hasil evaluasi pengelolaan pengaduan melalui SP4N-LAPOR!, persentase penyelesaian pengaduan pada tahun 2020 oleh Pemda pada tahun lalu baru mencapai 69,78 persen.

“Khusus tindak lanjut pengaduan tahun 2020 diselesaikan Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten, dan Kota) paling lambat pada 30 Maret 2021, sebagai salah satu indikator penilaian kinerja Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan pelayanan publik,” tegasnya sebagaimana poin nomor 3 dalam edaran.[]