Lifestyle

Tips Menginduksi Persalinan dengan Stimulasi Puting

Stimulasi puting susu melepaskan hormon oksitosin dan mendorong kontraksi untuk membantu pergerakan bayi di jalan lahir.


Tips Menginduksi Persalinan dengan Stimulasi Puting
Ilustrasi - Stimulasi puting susu selama kehamilan (FREEPIK/ frimufilms)

AKURAT.CO, Induksi persalinan di rumah aman dilakukan selama kamu tidak mencobanya sampai waktunya tiba. Salah satu cara induksi adalah stimulasi puting susu. Oksitosin memainkan peran penting dalam memulai persalinan dengan memicu kontraksi rahim. Stimulasi puting susu melepaskan hormon ini dan mendorong kontraksi untuk membantu pergerakan bayi di jalan lahir. Berikut adalah beberapa bukti yang menunjukkan bahwa stimulasi puting berhasil, tetapi hanya pada kehamilan berisiko rendah, dilansir AKURAT.CO pada Sabtu, (27/11/2021): 

  • Dalam percobaan terkontrol secara acak di sebuah rumah sakit pemerintah di Turki (2015), fase persalinan lebih pendek dengan stimulasi puting. Durasi rata-rata persalinan adalah 3,8 jam (fase pertama), 16 menit (fase kedua) dan 5 menit (fase ketiga) setelah stimulasi puting susu, yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata kelompok kontrol masing-masing 6,8 jam, 27 menit, dan 6 menit. Juga, metode ini mendukung persalinan pervaginam
  • Dalam sebuah penelitian tahun 2012 yang dilakukan pada kehamilan pertama dan berisiko rendah, wanita pada usia kehamilan 38 minggu disarankan untuk memijat payudara tiga kali sehari, selama 15 hingga 20 menit. Mereka melahirkan bayi pada 39,2 minggu bila dibandingkan dengan kelompok kontrol pada 39,5 minggu. Juga, kemungkinan operasi caesar rendah.
  • Enam belas wanita hamil berisiko rendah antara usia kehamilan 38 dan 40 minggu diminta untuk mencoba stimulasi puting selama tiga hari, satu jam sehari. Air liur mereka diuji kadar oksitosinnya. Pada hari ketiga, kadar oksitosin tinggi, dan enam wanita melahirkan

Stimulasi puting susu mungkin dapat diterima untuk kehamilan berisiko rendah, karena penelitian ilmiah tentang efektivitasnya pada kehamilan berisiko tinggi masih kurang.

Stimulasi puting susu mirip seperti  menyusui. Ini menyebabkan sel-sel sensorik pada puting susu merangsang otak untuk melepaskan oksitosin. Menggulung atau menggosok puting melepaskan oksitosin yang memulai persalinan dengan menyebabkan kontraksi rahim

Cara melakukan stimulasi puting susu

Perhatikan bahwa stimulasi puting susu hanya aman untuk kehamilan normal, cukup bulan, dan berisiko rendah. Itu harus dilakukan hanya jika dokter mengizinkan Bunda untuk melakukannya. 

Berikut AKURAT.CO uraikan caranya: 

Pilih metode

Bunda dapat merangsang puting secara manual dengan jari atau menggunakan pompa payudara. Atau pasangan atau bayi yang menyusu dapat merangsang puting susu secara oral dengan menyusunya.

Pijat areola

Pegang puting, lebih fokus pada areola (area gelap di sekitar puting), di antara ibu jari dan telunjuk dan pijat area tersebut dengan lembut. Puting terdiri dari ujung saraf yang merangsang pelepasan hormon.

Ulangi pada payudara lain

Tunggu dua hingga empat menit sebelum memulai dengan payudara lain. Luangkan waktu 15 menit untuk merangsang satu, dan kemudian beralih ke yang lain. Lanjutkan stimulasi selama satu jam dan ulangi tiga kali sehari.

Tujuan stimulasi ini adalah untuk memulai persalinan, tetapi tidak untuk mempercepat kontraksi yang berat. Jika mengalami kontraksi, jangan memijat dan tunggu sampai berhenti. Jika puting  terasa sakit atau lunak, oleskan minyak kelapa, ASI, atau mentega alami untuk meredakan ketidaknyamanan.[]