Ekonomi

Tips Sukses Memulai Bisnis Tanaman Hias yang Bikin Cuan Merekah

Bagi kamu yang berminat membuka bisnis tanaman hias, simak berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan.


Tips Sukses Memulai Bisnis Tanaman Hias yang Bikin Cuan Merekah
Calon pembeli melihat berbagai jenis tanaman hias yang dijual di Bumi Flora 80, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Minggu (28/6/2020). Menurut pedagang, omzet penjualan tanaman hias di tempat tersebut meningkat hingga 100 persen, dari sebelumnya Rp5 juta menjadi Rp10 juta per hari karena banyak warga mengisi waktunya dengan merawat tanaman hias di rumah selama pandemi COVID-19. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Tanaman hias selain menjadi hobi, bisa juga menjadi bisnis yang cukup menjanjikan. Apalagi selama pandemi, tanaman hias menjadi peluang cukup menjanjikan karena hobi ini sedang naik daun.

Bahkan, baru-baru ini tanaman seperti Aglaonema, bisa dijual hingga Rp1,5 juta. Kemudian yang paling fenomenal adalah tanaman Monstera yang berani dijual hingga puluhan juta Rupiah.

Hal ini juga diakui Patricia, pemilik bisnis tanaman hias spesialis indoor bernama Shop With Sky yang telah berjualan sejak 2016. 

Selama pandemi COVID-19, Shop with Sky yang memiliki toko offline di Jagakarsa ini mampu menikmati peningkatan penjualan 3 hingga 4 kali lipat.

“Selama pandemi, 3 sampai 4 kali penjualan biasa. Terutama untuk produk seperti media tanam seperti tanah dan tanaman berjenis, Monstera Deliciosa,” tutur Patricia saat berbincang dengan Akurat.co, belum lama ini.

Bagi kamu yang berminat membuka bisnis tanaman hias, simak berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan:

1. Pengetahuan Dasar soal Pasar Tanaman Hias
Kamu harus memiliki pengetahuan dasar yang mumpuni untuk memulai membuka usaha budidaya tanaman hias. Karena jika tidak memiliki dasar pengetahuan yang cukup tentang tanaman hias, tidak menutup kemungkinan tanaman hias yang akan kamu jadikan bisnis bisa layu atau bahkan bisa mati sebelum terjual.

Perhatikan kota atau daerah tempat kamu berjualan. Setiap daerah memiliki tren tanaman hias yang berbeda harus diperhatikan. Misalnya daerah dingin tulip bisa laku keras sedangkan daerah perkotaan bunga indoor lebih laku.

2. Dijual atau Disewakan
Tanaman hias sebenarnya tidak sebatas hanya dijual untuk yang hobi saja, namun segmen pasar bisnis ini sangat luas, bisa untuk dijual dalam bentuk jadi model bucket untuk wisuda, atau dijual per tangkai seperti bunga mawar yang dibeli untuk orang tercinta.

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu