Ekonomi

Tips Personal Touch Untuk Memikat Hati Konsumen

Strategi sangat diperlukan untuk menjual produk agar memikat banyak konsumen, Marini Zumarnis beberkan tipsnya


Tips Personal Touch Untuk Memikat Hati Konsumen
Selebritas sekaligus pegiat UMKM bidang fesyen, Marini Zumarnis di sela webinar Digital Fashion Show (Antara Foto)

AKURAT.CO, Selain menjaga kualitas produk, personal touch pada produk juga menjadi faktor utama untuk memikat hati konsumen. Hal ini dilakukandi Marini Zumarnis pada produk Mazu miliknya.

Marini membeberkan tips melakukan personal touch dengan cara yang beragam. Mulai dari kartu atau stiker bertuliskan kalimat inspiratif berbunyi "Diam jauh lebih elegan daripada sibuk menghakimi kesalahan orang lain dan lupa bercermin" hingga hand sanitizer yang belakangan menjadi salah satu hal wajib saat pandemi COVID-19.

Tak hanya itu, Marini juga pastikan produknya dikemas dengan baik. Karena menurutnya kemasan yang bagus akan meningkatkan nilai produknya dan disukai konsumen.

"Aku terjun langsung, packaging aku perhatikan banget. Di Jepang walau kue tiga biji tapi kemasannya cantik banget, orang seneng dikasih packaging yang cantik," kata dia dalam webinar Digital Fashion Show yang digelar komunitas UMKM Alumni Unpad, Jumat (30/10/2020).

"Enggak bisa percaya diri banget kalau public figure bisa pasti laku. Kalau enggak bisa maintain, berinovasi, packaging (yang bagus) kita juga akan kalah bersaing," sambung perempuan yang memerankan tokoh Ibu Peri dalam sinetron "Bidadari" itu.

Marini yang lebih dulu dikenal sebagai aktris selama beberapa waktu terakhir serius menekuni bidang fesyen. Dia yang sudah lama gemar memadu dan memadankan busana itu bahkan sampai menimba ilmu di salah satu sekolah fesyen ternama di tanah air.

Tak hanya dari bangku sekolah, pengalaman berkunjung ke berbagai wilayah di dalam dan luar negeri juga menjadi bekal baginya untuk mengembangkan label fesyennya yang kini hadir juga dalam bentuk abaya dan masker menyasar kalangan premium berusia 20-60 tahun.

Sedikit mundur ke awal keputusannya terjun ke dunia fesyen, Marini mengaku dipandu keinginannya untuk lebih banyak berkegiatan di rumah sembari tetap menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Dia mengaku, selama berkiprah di bidang akting, sekitar 70 persen waktunya tersita di luar rumah. Marini terkadang baru sampai di rumah pukul 2.00 dan lima jam kemudian harus berangkat lagi ke lokasi syuting.

Sumber: Antara