Tech

Tips Menggunakan VPN dengan Aman

Virtual Private Network atau VPN menjadi pilihan warganet dalam membuka situs yang diblokir.

Tips Menggunakan VPN dengan Aman
Tips Menggunakan VPN dengan Aman (pixabay.com/kropekk)

AKURAT.CO  Pegiat Japelidi Rismi Juliadi menerangkan materi keamanan digital dengan tema ‘Dampak Penggunaan Virtual Private Network (VPN) bagi Keamanan Digital’.

Rismi membuka pembicaraan dePenggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari terus meningkat. 

Gaya hidup berubah menjadi serba digital. Ini membawa konsekuensi soal keamanan digital. 

baca juga:

Rismi menjelaskan, keamanan digital diperlukan agar penggunaan layanan digital baik luring maupun daring dapat dilakukan secara sehat, aman, dan nyaman. 

Kompetensi keamanan digital meliputi mengamankan perangkat dan identitas digital, mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital, dan memahami keamanan digital bagi anak. 

Terkait VPN, secara sederhana kerjanya adalah mengubah alamat IP pengguna ke negara tempat server berada.

“Perlu diketahui bahaya VPN gratis, antara lain koneksi lambat, malware dan bug, tracking aktivitas online, pencurian data, dan bombardir iklan.

"Maka, tips memilih VPN berbayar yang baik yaitu pikirkan lagi apakah anda butuh VPN, pastikan kompatibel dengan perangkat, pastikan negara tujuan VPN tercakup, pertimbangkan metode pembayaran, dan pastikan ada jaminan uang kembali,” pungkasnya dalam webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. 

Praktisi digital marketing sekaligus CEO DIGITIKET Rizqi Mulyantara membawakan materi kecakapan digital dengan tema ‘Artificial Intelligence’. 

Praktisi digital marketing sekaligus CEO DIGITIKET Rizqi Mulyantara menjelaskan secara sederhana artificial intelligence (AI) merupakan jenis pemrograman digital yang melakukan tugas sesuai dengan kecerdasan manusia seperti robot. 

AI ini punya berbagai kemampuan seperti memberikan alasan, menemukan makna, memberikan bimbingan terhadap proses apapun, dan menggeneralisasikan dan belajar dari pengalaman masa lalu. 

AI secara umum digunakan untuk customer support management, digital assistance, cyber security, dan role of all in ecommerce.

“Gambaran nyata kita berinteraksi dengan AI adalah ketika kita membuka marketplace. AI akan menangkap semua data pencarian kita di platform marketplace."

"Semua situs belanja terbesar seperti Amazon dan Alibaba menggunakan sistem AI yang kompleks. AI memberitahu tentang semua merek yang akan datang."

"AI memberitahu item yang baru diunggah, serta memberikan rekomendasi berdasarkan pencarian Anda,” jelasnya dalam webinar bertema “Bagaimana Teknologi Informasi akan Mengubah Masa Depan Kita” yang dipandu oleh Tristania Dyah di Pontianak, Kalimantan Tengah, Selasa (9/8).

Terkait budaya digital, Frida Kusumastuti memaparkan materi dengan judul ‘Budaya Bermedia Digital’. 

Dosen Ikom Universitas Muhammadiyah Malang Frida Kusumastuti menambahkan perkembangan teknologi selalu berdampak terhadap perubahan budaya. 

Ketika televisi berkembang, budaya pop lahir memperkaya budaya baca yang dilahirkan dari teknologi cetak atau surat kabar. 

Demikian juga ketika internet berkembang, budaya digital tumbuh.

Namun demikian, perubahan budaya tersebut membawa tantangan seperti mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya nilai kesopanan, hilangnya budaya Indonesia, berkurangnya toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan, hilangnya batas privasi, serta minimnya pemahaman akan hak-hak digital. 

Contoh sederhana berkurangnya toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan yakni munculnya komentar negatif, tidak, mendukung, dan tidak inklusif terhadap perbedaan.

“Misalnya atlet dayung putri RI berprestasi memenangkan medali emas. Komentarnya justru tentang auratnya, agamanya, logo medalinya mirip kelompok A, B, C,” katanya.

Maka dari itu, dia mengajak netizen Indonesia agar memiliki budaya digital yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.