Lifestyle

Tips Hindari Kerja Overtime Saat WFH

Saat WFH, kamu kesulitan memisahkan waktu kerja dan istirahat


Tips Hindari Kerja Overtime Saat WFH
Tips menghindari kerja overtime saat WFH (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Seiring dengan meningkatnya kasus positif Covid-19, pemerintah DKI Jakarta memutuskan untuk memberlakukan work from home (WFH) 75 persen untuk perkantoran.

Meskipun kerja dari rumah terdengar menyenangkan, tapi faktanya ini sering menyebabkan karyawan kerja berlebihan alias overtime

Ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi. Mulai dari tekanan untuk tetap online dan 'membuktikan' kamu bekerja hingga waktu yang tidak jelas antara 'bekerja' dan 'bermain'.

"Saat berada di kantor, kamu langsung dapat melihat perbedaan yang sangat jelas antara bekerja dan waktu senggang," kata Dr Sarah Vohra, konsultan psikiater dan penulis The Mind Medic.

Saat WFH, pagi hari kamu merasa langsung memiliki tanggung jawab untuk bekerja sesaat setelah atasan mengirimkan tugas-tugas yang harus kamu kerjakan.

Sementara, jelang akhir jam kerja, entah mengapa ada perasaan tidak nyaman berada diantara ponsel atau laptopmu.

Sebab, kamu merasa sewaktu-waktu atasanmu bisa menghubungimu soal pekerjaan. Jadi, kamu merasa tidak perlu mematikannya. 

Meskipun mungkin bekerja berlebihan saat WFH tidak terlalu terasa, namun dalam jangka panjang, bekerja terlalu lama secara terus-menerus dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik. 

"Terus bekerja lebih lama telah terbukti meningkatkan gejala depresi dan kecemasan dan dapat berdampak negatif pada tidur, membuat kita lebih lelah dan rentan terhadap kelelahan," kata Dr Vohra.

Jika kamu telah bekerja ekstra selama WFH, penting untuk mengambil langkah mundur dan merenungkan dampak kerja keras ini terhadap kehidupanmu.

Ketika tinggal dan bekerja ada ditempat yang sama, maka terlalu mudah untuk membiarkan pekerjaan menyusup dalam kehidupan pribadimu.  Seperti yang dikatakan Dr Vohra, ini bisa berdampak lebih besar daripada yang mungkin kamu pikirkan.

Berikut AKURAT.CO rangkum tiga hal penting yang pelru kamu ingat agar tidak bekerja overtime selama WFH, menurut Dr Sarah Vohra:

Istirahat teratur

Hal paling penting saat WFH adalah berisitirahat secara teratur. Saat kamu bekerja dari rumah, waktu istirahatmu akan cenderung berantakan. Jadi, pastikan kamu memiliki waktu istirahat yang teratur. 

“Istirahat adalah kunci untuk memulihkan kondisi tubuhmu. Istirahat juga akan menjauhkan kamu dari stres yang menumpuk di awal hari dan mendukung pemulihan yang lebih cepat di akhir hari kerja," ujarnya. 

Tetapkan jadwal

Jadwal akan membantu kamu membuat perbedaan yang jelas antara waktu bekerja dan bermain. Ya, ini adalah cara paling efektif untuk menghentikan kamu masuk ke dalam perangkap bekerja setiap jam tanpa jeda.

“Tetapkan waktu 'mulai' dan 'akhir' yang teratur. Hindari godaan untuk memeriksa perangkat sebelum waktunya untuk bekerja secara resmi. Dan pastikan pula untuk menjauhkandan mematikan perangkat kerja di penghujung hari," ujar Dr. Vohra.

Luangkan waktu untuk olahraga

WFH bukan berarti kamu menjadi bermalas-malasan. Itu hanya akan membuat waktu harian kamu terbuang sia-sia untuk hal yang tidak penting, dan pada akhirnya mengacaukan jam kerjamu.

Jadi, cobalah meluangkan waktu untuk melatih pikiran dan tubuh setiap hari, baik itu meditasi, atau jalan kaki singkat. 

“Melakukan aktivitas fisik akan membantu menjernihkan pikiran. Dan ini memungkinkan kamu untuk menghentikan pekerjaanmu saat waktunya tiba," terangnya. 

Dalam kasus yang berbeda, kerja overtime juga bisa terjadi karena karyawan harus menghadapi tanggung jawab atas lembur yang tidak dibayar dan tugas di luar jam kerja. 

Dalam sebuah penelitian terhadap 2000 pekerja Inggris yang diterbitkan oleh penyedia tempat kerja The Office Group (TOG) tahun lalu, 51 persen responden mengatakan mereka telah bekerja di luar jam kontrak sejak awal lockdown Maret 2020, dengan rata-rata pekerja memberikan tambahan 59 jam kerja (setara dengan tujuh hari kerja) selama lima bulan dari bulan Maret sampai Agustus.

Untuk menghindari hal-hal ini, perusahaan dan karyawan mungkin bisa membuat kebijakan  agar tak ada pihak yang dirugikan saat WFH ini.[]