Ekonomi

Tips dan Strategi Sukses Bisnis Hewan Kurban

Bisnis hewan kurban termasuk bisnis musiman yang selalu ramai menjelang Hari Raya Idul Adha. Banyak orang ikut latah menjalankan bisnis ini

Tips dan Strategi Sukses  Bisnis Hewan Kurban
Pembeli melihat hewan kurban jenis sapi dan kambing di kawasan Kranggan, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (3/7/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Bisnis hewan kurban termasuk bisnis musiman yang selalu ramai menjelang Hari Raya Idul Adha. Banyak orang ikut latah menjalankan bisnis ini meski modal yang dibutuhkan sangat besar.

Modal puluhan sampai miliaran rupiah tak masalah bagi sebagian orang yang melihat potensi menggiurkan bisnis hewan kurban. Karena sebanding dengan keuntungan yang akan diperoleh.

Peluang pasar hewan kurban tergolong besar. Meski terbilang bisnis musiman, tapi bukan berarti kamu tidak bisa melanjutkan bisnis jual hewan ternak ini setelah Idul Adha. Sebab hewan kurban juga banyak dibeli untuk acara aqiqah anak, pernikahan, dan acara besar lainnya.

baca juga:

Jika kamu ingin ikut-ikutan mendulang cuan dari bisnis hewan kurban, berikut tips suksesnya:

1. Pahami syarat dan aturan penjualan hewan kurban

Hal wajib sebelum kamu memulai sebuah bisnis adalah memahami produk yang dijual. Pastikan mengetahui dan paham secara detail mengenai ketentuan dan aturan jual beli hewan kurban.

Misalnya dari sisi kesehatan, pastikan hewan kurban yang kamu jual adalah hewan yang layak atau sehat secara fisik, bebas dari penyakit kuku dan mulut, serta memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Pemahaman yang baik ini akan memudahkan kamu dalam berjualan dan meminimalisir kerugian adanya hewan kurban yang tidak layak untuk dikurbankan.

Ini juga bisa membangun kepercayaan pelanggan, sehingga ke depan jika membutuhkan lagi hewan ternak untuk acara tertentu, mereka akan membeli lagi kepadamu karena sudah terjamin kualitasnya.

2. Pilih jenis hewan yang sesuai dengan modal

Langkah selanjutnya, tentukan jenis hewan yang akan kamu jual. Pemilihan jenis hewan berkaitan erat dengan jumlah modal usaha yang harus kamu siapkan.

Apakah modal kamu cukup banyak untuk berjualan sapi yang harga seekornya bisa mencapai Rp 15 juta? Logikanya, jika kamu ingin dagang sapi, maka modal yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan dengan jualan kambing, sebab harga kambing rata-rata Rp 1,5 juta per ekor.

Jika kemampuan modal katakanlah Rp 50 juta, daripada membeli sapi hanya dapat dua atau tiga ekor, lebih baik berjualan kambing karena kamu bisa memperoleh sekira 33 ekor kambing dengan modal tersebut.

Ingat, jualan hewan kurban bukan hanya memerlukan modal untuk beli hewan dari peternak, tetapi juga untuk sewa tempat dan pakannya. Jadi, tentukan jenis hewan yang sesuai dengan kemampuan modal kamu, sehingga tidak perlu mengambil pinjaman untuk bisnis musiman ini.

Sebaiknya membeli langsung hewan-hewan kurban dari peternak agar mendapatkan harga kompetitif dan bisa memaksimalkan untung. Apabila membeli dari pengepul, maka besar kemungkinan kamu tidak akan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Membeli hewan kurban dari peternak juga jauh lebih terjamin kesehatan dan perawatannya, hanya saja lokasi peternak hewan kurban umumnya berada di luar daerah, seperti Jawa, dan daerah lainnya.

3. Siapkan tempat jualan dan pakan ternak

Bisnis hewan kurban mesti ada tempat atau lapak khusus yang cukup besar. Misalnya tanah kosong di pinggir jalan, lapangan terbuka, di mana kamu harus menyewanya.

Siapkan juga pakan dan perawatan hewan kurban. Jika ingin bisnis ini berkelanjutan, kamu juga mesti memikirkan kandang yang pastinya jauh dari pemukiman warga.

Pastikan persediaan pakan yang tepat bagi hewan kurban yang akan kamu jual kembali. Rawat dengan baik, pastikan hewan yang kamu beli mendapatkan pakan dan kandang yang layak sehingga hewan-hewan tersebut sehat dan siap disembelih saat kurban nanti.

4. Jualan langsung

Hal yang paling menentukan keberhasilan dalam bisnis ini adalah teknik berjualan. Bagi pemula, hal ini terasa sedikit sulit, tapi tetap bisa dipelajari.

Gunakan beberapa pendekatan efektif yang bisa dilakukan untuk menjual hewan-hewan kurban secara langsung. Misalnya, berjualan langsung kepada sanak saudara, teman/kerabat, tetangga dan pihak- lainnya yang berpotensi untuk membeli hewan kurban kamu.

Jangan pernah malu untuk menawarkan produk kamu secara langsung, semua orang berpotensi menjadi pembeli. Pelajari cara menawarkan barang jualan dengan baik, sopan, dan positif.

Intinya, lakukan dengan cara yang baik agar bisnis ini berjalan dengan lancar dan tentunya menghasilkan keuntungan berlipat.

5. Getol promosi online

Promosi yang tepat akan sangat membantu kamu untuk sukses berjualan dan berbisnis hewan kurban. Jangan pernah ragu untuk memulai sebuah promosi sebagai langkah awal dalam penjualan.

Selain jualan langsung atau offline, lakukan penjualan dan promosi online dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti di media sosial serta e-commerce. Siapkan foto hewan kurban atau hewan ternak yang kamu jual. Buat caption yang dapat menarik pelanggan membeli.

Lalu Bagaimana Strateginya agar Bisa sukses Bisnis Hewan Ternak ?

1. Pahami Seluk Beluk Hewan Kurban

Hal wajib sebelum Anda memulai sebuah bisnis adalah memahami produk Anda. Pastikan Anda memahami dan mengetahui secara detail mengenai ketentuan dan aturan jual beli hewan kurban. Misalnya, dari sisi kesehatan, pastikan hewan kurban yang Anda jual adalah hewan yang layak/sehat secara fisik dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

Tips: Pemahaman yang baik ini akan memudahkan Anda dalam berjualan dan meminimalisir kerugian adanya hewan kurban yang tidak layak untuk dikurbankan. Pastikan saat Anda membeli hewan dari tempat lain, Anda hanya memilih hewan-hewan yang terbaik dan memenuhi syarat agar Anda bisa memaksimalkan penjualan.

Setelah memahami memilih hewan yang layak jual untuk kurban, Anda harus menentukan jenis hewan yang akan Anda jual dan modal yang Anda miliki. Jenis hewan berkaitan erat dengan jumlah modal usaha yang Anda siapkan. Apakah modal Anda cukup banyak untuk berjualan sapi yang harga seekornya bisa mencapai Rp15 juta? Logikanya, jika Anda ingin berjualan sapi, maka modal yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan dengan berjualan kambing, sebab harga kambing rata-rata Rp1,5 juta per ekor.

Tips: Tentukan jenis hewan dan sesuaikan dengan kemampuan modal Anda. Lakukan riset sederhana di lokasi Anda berjualan, apakah Anda memiliki kompetitor? Atau tidak? Apakah lokasinya strategis? di pinggir jalan misalnya?  Menurut Anda apakah kambing atau sapi hewan kurban yang paling banyak di minati masyarakat dan bisa terjual dengan cepat

2. Persiapkan Modal, Tempat dan Pakan 

Persiapkan modal bisnis Anda. Modal yang dibutuhkan termasuk hitungan untuk pembelian hewan, persediaan kandang hewan/tempat penampungan sementara, pakan dan perawatan hewan kurban. Lakukan perhitungan modal dengan baik. Lakukan pembelian hewan jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga terbaik, harga yang jauh lebih murah.

Selain itu, pastikan Anda memiliki tenaga dan persediaan pakan yang tepat bagi hewan kurban yang akan Anda jual kembali. Rawatlah dengan baik, pastikan hewan yang Anda beli sehat dan mendapatkan pakan dan kandang yang layak sehingga hewan-hewan tersebut sehat dan siap disembelih saat kurban nanti.

Tips: Anda sebaiknya membeli langsung hewan-hewan kurban dari peternaknya agar mendapatkan harga yang sangat kompetitif dan bisa memaksimalkan untung. Jika membeli dari pengepul, maka besar kemungkinan anda tidak akan mendapatkan keuntungan yang maksimal. Membeli hewan kurban dari peternak juga akan jauh lebih terjamin kesehatan dan perawatannya hanya saja lokasi peternak hewan kurban itu umumnya ditemui di luar daerah dan sangat jarang ada di perkotaan. 

3. Lakukan Teknik Berjualan Langsung

Hal yang paling menentukan keberhasilan dalam bisnis ini adalah teknik berjualan. Bagi pemula, hal ini terasa sedikit sulit, tapi tetap bisa dipelajari. Gunakan beberapa pendekatan efektif yang bisa dilakukan untuk menjual hewan-hewan kurban Anda secara langsung. Misalnya, berjualan langsung kepada sanak saudara, teman/kerabat, tetangga dan pihak-pihak lainnya yang berpotensi untuk membeli hewan kurban dari Anda.

Tips: Jangan malu untuk menawarkan produk Anda secara langsung, semua orang berpotensi menjadi pembeli. Pelajari cara menawarkan barang jualan dengan baik, sopan, dan positif. Intinya, lakukan dengan cara yang baik agar bisnis ini berjalan dengan lancar dan tentunya menghasilkan untung yang maksimal.

Promosi yang tepat akan sangat membantu Anda untuk sukses berjualan dan berbisnis hewan kurban. Jangan pernah ragu untuk memulai sebuah promosi sebagai langkah awal dalam penjualan yang bisa mendukung Anda memaksimalkan sejumlah keuntungan. Promosi bisa secara online dan offline, maksimalkan semua cara untuk promosi, dan manfaatkan promosi yang gratis alias tidak membutuhkan dana besar.

Tips: Siapkan foto yang menarik seputar hewan-hewan kurban yang akan Anda jual. Anda juga bisa membuat desain yang mirip dengan selebaran brosur yang tertera lokasi jualan Anda dan harga hewan yang akan dijual, lalu informasi ini bisa Anda posting di sosial media Anda, grup WhatsApp, BBM, maupun Instagram.

Selain cara online, Anda juga bisa menginformasikan hal ini di masjid-masjid terdekat Anda hingga tempat lainnya yang berpotensi untuk mendukung penjualan. Jangan malu untuk mempromosikan dagangan Anda. Bergabung dan lakukan promosi di situs ecommerce jual beli seperti Tokopedia, Bukalapak, OlX, dan situs lainnya yang memungkinkan juga bisa Anda coba.