Lifestyle

Tips dan Kiat Sukses UMKM Kuliner Jawa Barat ala Mompreneur Tata Irianty

Kuliner Jawa Barat punya potensi untuk dikenla dunia lewat tangan para pelaku UMKM. Sayangnya, usaha mereka terus menghadapi kendala. Ini tips suksesnya


Tips dan Kiat Sukses UMKM Kuliner Jawa Barat ala Mompreneur Tata Irianty
Meita Irianty, atau yang lebih dikenal Tata merupakan pemilik dari Bisnis Sarian Skincare. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kuliner Jawa Barat layak mendapat tempat di kancah dunia lewat tangan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sayangnya, usaha mereka kerap mengalami kendala, sehingga sulit untuk berkembang. 

Sebagai seorang mompreneur, Tata Irianty mengungkapkan kondisi ini umumnya disebabkan oleh manajemen keuangan yang buruk. Tata memberi contoh tentang para ibu-ibu, pelaku UMKM, kerap menggabungkan uang belanja suami dengan modal usaha. 

"Sudah produknya bagus, kemasannya bagus dan Instagramnya bagus. Tapi, kalau uang suami dicampur dengan uang dagangan, pasti remuk," ujar Tata Irianty kepada AKURAT.CO dalam Webinar Pepes Jawa Barat dengan tema "Mengangkat Kuliner Jawa Barat ke Kancah Dunia," pada Sabtu, (2/10/2021). 

Tak peduli usaha kecil atau besar, Tata mengingatkan untuk selalu memisahkan modal dengan keuangan lainnya. Jadi, kamu hanya boleh menggunakan modal untuk kepentingan usaha saja. Begitu juga sebaliknya, uang lainnya tidak boleh digunakan untuk kepentingan usaha. 

"Oleh karena itu, modal tipis itu sebenarnya jangan dicampur. Semakin dicampur, maka semakin lama, barang dan labanya akan habis," imbuh Tata memberi saran kepada peserta webinar. 

Dalam hal ini, tentu sangat dibutuhkan disiplin dan ketegasan dalam diri sendiri. Meskipun sulit, Tata menilai ini sangat penting untuk diperhatikan. Sebab, ini bisa membuat modal bahkan laba habis begitu saja.

Dalam kesempatan ini, Tata juga sempat berbagi pengalaman pribadi.

Selama menjalankan usahanya, ibu dua anak itu ternyata tidak pernah sekalipun menggunakan uang suaminya untuk menutupi kepentingan perusahaannya. Padahal, Tata mengelola begitu banyak perusahaan mulai dari perhotelan, media, salon dan masih banyak lagi. 

"Perlahan ini bisa membuat modal habis, laba habis, makan dari hasil jualannya. Habis semua. Jika punya modal Rp1 juta dari suami, catat itu sebagai modal, yang dibelanjakan untuk usaha. Itu saja," tegasnya. 

Tata lantas memberikan tips untuk selalu mencatat keperluan yang digunakan untuk usaha. 

"Jika mengelola satu atau dua juta, maka dicatat pakai buku tulis. Beli buat tepung peyek berapa, gas dicatat," pesan pemilik nama asli  Meita Irianty itu. 

Tips dan Kiat Sukses Untuk UMKM Kuliner Jawa Barat Ala Mompreneur Tata Irianty - Foto 1
Webinar Pepes Jawa Barat dengan tema "Mengangkat Kuliner Jawa Barat ke Kancah Dunia AKURAT.CO

Selain masalah manajemen keuangan, Tata juga menyoroti keluhan para pelaku UMKM tentang laba usaha yang tak tampak.

Sederhana, ini sebenarnya disebabkan biaya produksi  yang lebih besar dari nilai jualnya. Oleh karena itu, Tata berpesan untuk belajar menghitung biaya produksi dengan benar. Misalnya, kamu harus mengetahui biaya-biaya apa saja yang kamu keluarkan untuk memproduksi suatu barang. Dengan begitu, kamu pun bisa menentukan harga jualnya. 

"Benar-benar harus bisa menghitung biaya produksi. Misalnya dalam dunia kuliner, itu kan menggunakan  gas, menggunakan peralatan. Itu tetap harus ada hitungannya," tukasnya kepada para peserta.  

Terakhir, Tata mengingatkan soal risiko. Tentu tak ada usaha tanpa risiko. Maka, para pelaku UMKM harus jeli dan pintar dalam meminimalkan risiko. 

"Misalnya, produknya bukan frozen food tapi punya warung. Itu ada risiko tidak habis. Itu juga harus dihitung. Jadi, bukan hanya pintar manage uangnya, pintar hitung biaya produksinya tapi juga harus bisa pintar menghitung risikonya," tukas sang mompreneur  tersebut. 

Adapun Tata Irianty sendiri menunjukkan wujud nyata dukungannya untuk kemajuan UMKM Jawa Barat. Ya, Tata akan kembali menyelenggarakan "Selasa Belanja UMKM" mulai Oktober 2021 ini, dimana dirinya akan berbelanja produk UMKM lalu dibagikan ke followers-nya. Ini tidak hanya kuliner, tapi berlaku untuk produk UMKM apa saja.[]