Lifestyle

Tips Cegah Anak Agar Tak Lihat Konten Pornografi

Tips Cegah Anak Agar Tak Lihat Konten Pornografi
Ilustrasi anak berselancar di internet (UNSPLASH)

AKURAT.CO, Orangtua bertanggung jawab mengawasi dan menjauhkan anak dari konten negatif yang tersebar di media sosial. Ya pengawasannya harus dilakukan setiap tingkat usianya bertambah. 

Relawan Mafindo Jombang dan Guru SMAN Ploso Jombang, Hanifah Atmi Nurmala mengatakan, ketika anak berusia balita atau sekolah dasar, orangtua dapat menerapkan sistem filter. Sehingga, anak dipastikan hanya mengonsumsi konten positif.

“Kita bisa menerapkan filter terhadap medsosnya di hp kita sendiri. Anak-anak biasa mencari Youtube atau Google Play, kita terapkan privasi agar yang masuk dan diakses anak-anak hanya konten positif. Ada pembatasan filter yang harus dilakukan orangtua,” kata Hanifah saat webinar Makin Cakap Digital 2022 kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur belum lama ini. 

baca juga:

Hanifah melanjutkan, metode akan berbeda ketika mengangani anak sudah SMP atau SMA. Kenapa? karena mereka sudah punya kebebasan penuh.

Hanifah mengatakan pada intinya anak-anak di usia tersebut memang memiliki kemampuan untuk mengendalikan gadgetnya. Sehingga, orangtua hanya bisa mengendalikan dari luar sistem.

“Anak punya kebebasan dan ruang untuk mengakses apapun, di titik ini kiat ajak mereka berdialog, berbicara bahwa ini konten positif atau negatif. Kita bicara mengenai pornografis sebagai materi umum. Tidak sebagai sesuatu yang tabu, bahwa pornografi adalah hal yang tidak boleh diakses,” jelas Hanifah.

Demi mencegah agar anak tidak melihat konten- konten negatif, berikut rekomendasi yang harus dilakukan orangtua selama anak berselancar di internet.

1. Orangtua alangkah baiknya memasang fitur 'kontrol orangtua' pada telepon pintar sebelum digunakan anak. Disinilah, orangtua nantinya bisa memantau aktivitas anak selama berselancar di internet.

2. Orangtua disarankan sebaiknya menggunakan istilah meminjamkan agar dapat dilakukan pengawasan.

3. Orangtua sebaiknya lebih rajin memeriksa history atau percakapan anak di media sosial. 

4. Orangtua disarankan mengatur penggunaan gadget pada anak, misalnya hanya menggunakan pada siang hari. Selain itu, juga bisa diterapkan bahwa ada waktu tanpa gadget pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Sebab, waktu tersebut bisa digunakan untuk lebih inten berkomunikasi.

5. Orangtua bisa menerapkan agar anak tidak menggunakan gadget di kamar tidur.[]