Ekonomi

Tips Bagi Anak Muda Persiapkan Dana Darurat dan Investasi, Yuk Cek!

Dalam situasi ketidakpastian, menyiapkan dana darurat dengan berinvestasi menjadi salah satu cara untuk menjaga ketahanan keuangan


Tips Bagi Anak Muda Persiapkan Dana Darurat dan Investasi, Yuk Cek!
Ilustrasi investasi (Pixabay/@Nattanan Kanchanaprat)

AKURAT.CO Di tengah upaya dunia dalam pemulihan ekonomi, varian baru Omicron kembali melanda membuat masyarakat dunia khawatir. Belum lagi risiko dari rentangnya.

Dalam situasi ketidakpastian, menyiapkan dana darurat dengan berinvestasi menjadi salah satu cara untuk menjaga ketahanan keuangan.

Chief Investment Officer PT Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu menyebut terdapat beberapa cara menjaga ketahanan keuangan. Pertama, tingkatkan dana darurat dan investasi. Idealnya pada kondisi normal porsi investasi adalah sebesar 50 persen guna kebutuhan sehari-hari, utang dan kewajiban 30 persen, tabungan serta investasi 10 persen dan hiburan 10 persen.

baca juga:

“Sedangkan dalam kondisi krisis porsinya berubah menjadi 45 persen, 25 persen, 25 persen  dan 5 persen,” kata Genta lewat keterangannya kepada Akurat.co, Jumat (28/1/2022).

Genta menambahkan idealnya persentase dana darurat juga menyesuaikan dengan status setiap orang. Ia mencontohkan untuk lajang misalnya, memerlukan dana darurat sebanyak 4x pengeluaran bulanan. Lalu menikah dengan memiliki anak sebanyak 6-12x pengeluaran bulanan.

Terakhir untuk wirausaha atau freelancer sebesar 12x pengeluaran. Kedua, investasi sedini mungkin, sangat baik memulainya sejak usia muda. Ketiga, perpanjang time horizon investasi. Semakin panjang time horizon, bermakna investor dapat memperkecil potensi kerugian.

Co.Founder SimInvest, Eyfrel Likuajang, mengatakan generasi milenial dan Gen Z mendominasi investasi saham dan reksa dana. Di masa depan nanti, jumlah investor Indonesia diperkirakan bisa mencapai 35 persen dari total populasi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, animo generasi muda yang tinggi harus diimbangi dengan literasi dan wawasan investasi sepadan.

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal mencapai sebanyak 7,19 juta orang hingga 3 Desember 2021. Angka ini terus meningkat jika dibandingkan lima tahun ke belakang.