Lifestyle

Tips Aman Gunakan Gendongan Bayi

Bayi harus tetap dalam posisi tegak di gendongan bayinya


Tips Aman Gunakan Gendongan Bayi
Tips aman menggunakan gendongan bayi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO,  Babywearing alias gendongan bayi memiliki banyak manfaat luar biasa secara emosional, kognitif, dan fisik, bahkan sudah direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics.

Mulai dari mendukung postur alami bayi, mengurangi tangisan, memperkuat ikatan antara anak dan orang tua atau pengasuhnya, dan masih banyak lagi.

Namun, seperti kebanyakan peralatan pengasuhan anak, ada bahaya nyata yang patut diwaspadai.

Kematian secara tidak sengaja bukanlah satu-satunya masalah. Posisi gendongan atau gendongan bayi yang tidak tepat juga dapat menyebabkan masalah pada lengan atau pinggul bayi.

“Yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter sebagai sumber terpercaya setiap kali mendiskusikan apapun tentang gendongan bayi,” kata Dr. Robert Raspa, dikutip AKURAT.CO pada Minggu (5/12/2021).

Pertama dan terpenting, Raspa menyatakan bahwa saat berada di gendongan, wajah bayi tidak boleh menempel di dada atau punggung.

Si Kecil harus dibiarkan melihat ke atas, ke bawah, dan ke depan. Pinggul dan lutut harus ditekuk, dan lengan bisa bergerak.

Hal ini sangat direkomendasikan untuk bayi yang masih mengembangkan otot leher, penyangga kepala direkomendasikan.

Tidak ada yang lebih penting bagi selain memastikan bayi tetap aman saat berada di gendongan, dan Bunda pun nyaman menggunakannya. 

Berikut adalah hal-hal yang harus dan tidak boleh dilakukan dalam untuk memastikan keselataman Si Kecil saat berada di gendongan:

Gendong bayi dalam posisi yang benar

Ini berarti membuatnya duduk tegak dengan leher ditopang sepenuhnya, saluran udara terbuka, dagu terlepas dari dadanya.

Posisinya juga harus dekat dan cukup tinggi. Bunda harus bisa membungkuk dan mencium kepala kecilnya yang manis. Apa yang Harus Diketahui tentang Gendongan Bayi

Dudukkan bayi dalam posisi ergonomis

Si Kecil harus duduk dalam posisi kaki lebar alami, posisi jongkok dengan lutut lebih tinggi dari pantatnya. Bayangkan bentuk kaki M atau katak!

Posisi gendongan yang ergonomis ini menopang tulang belakang, pinggul, dan kaki bayi untuk membantu mencegah displasia pinggul.

Amankan semua pengencang 

Pastikan semua gesper, kancing, bungkus, dll., diikat atau dikunci dengan aman untuk menjaga bayi tetap aman dan terlindungi di dalam gendongan.

Periksa kain dari keausan

Robek dan lubang kain bisa membuat gendongan bayi tidak aman untuk digunakan.

Lebih berhati-hati dan waspada

Karena pusat gravitasi berubah saat Bunda menggendong bayi, peluang untuk jatuh bisa meningkat.

Lebih waspada terhadap lingkungan sekitar dan berhati-hatilah saat berada atau di dekat tangga, permukaan licin, trotoar, dan bahaya tersandung lainnya.

Gunakan pakaian yang nyaman

Berada sangat dekat dengan Bunda, bayi akan mudah kepanasan di dalam gendongannya. Perhatikan musim, suhu di luar dan di dalam (tergantung di mana akan berada), apa yang kenakan dan apa yang akan Anda lakukan sehingga Anda dapat mendandani bayi Anda dengan tepat.

Jangan berbaring saat menggunakan gendongan bayi

Bayi harus tetap dalam posisi tegak di gendongan bayinya. Jadi jika Bunda perlu berbaring, keluarkan bayi dari gendongannya terlebih dahulu.

Jangan membungkuk di pinggang

Jika Bunda perlu membungkuk, tekuk lutut sehingga bayi Anda tetap dalam posisi tegak.

Hindari aktivitas intens

Jangan menggunakan gendongan bayi saat bersepeda, berlari, bermain ski, seluncur salju, dan lain sebagainya.

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki mungkin baik-baik saja, tetapi latihan intens harus dihindari. Itu tidak aman untuk bayi dan Bunda. 

Jangan mengonsumsi cairan atau makanan panas

Mendapatkan remah-remah kue di kepala bayi bukanlah masalah besar dan bisa dengan mudah dibersihkan.

Akan tetapi Bunda pasti tidak ingin secara tidak sengaja menumpahkan kopi atau sup panas ke kepala Si Kecil yang sensitif. Jadi, perhatikan apa yang Bunda minum dan makan saat menggendong bayi.

Adapun sebelum menggunakan gendongan bayi, sebaiknya tanyakan kepada dokter apakah Si Kecil sudah cukup besar untuk digendong.[]