Lifestyle

Tips Aman Berpuasa Untuk Penderita Hipertensi

Penderita hipertensi harus selalu berhati-hati saat berpuasa. Pastikan menjalani gaya hidup sehat dan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa.


Tips Aman Berpuasa Untuk Penderita Hipertensi
Ilustrasi - Tips puasa aman untuk penderita hipertensi (Freepik/rawpixel.com)

AKURAT.CO  Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga dikenal sebagai silent killer. Pasalnya, orang-orang tetap tidak menyadari kondisinya sampai mengalami gejala seperti sakit kepala yang terus menerus, kelelahan atau sakit mata.

Puasa Ramadan sendiri bukanlah hal yang mudah untuk penderita hipertensi. Berpuasa di siang hari dan mengalami perubahan signifikan dalam pola makan dan tidur dapat menyebabkan fluktuasi tekanan darah.

Meski begitu, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa  hipertensi ringan hingga sedang yang dikelola secara efisien dengan praktik gaya hidup sehat dan pengobatan dapat berhasil berpuasa tanpa membahayakan kesehatan.

baca juga:

Sementara orang dengan hipertensi yang tidak terkontrol dan membutuhkan banyak obat sebaiknya menahan diri untuk tidak berpuasa. Sebab, selalu ada risiko tekanan darah melonjak tinggi selama puasa Ramadan, melansir alarabiya.net

"Selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan spesialis untuk membahas dan memutuskan obat yang akan diminum selama satu bulan," kata spesialis jantung Dr. Srinivasan Ravindranath di Klinik Aster, Al Muteena (DMPC), dikutip AKURAT.CO, Kamis (7/4/2022).

Seperti diketahui, tidak ada obat permanen untuk hipertensi, namun gejalanya dapat dikelola dan dicegah agar tidak memburuk dengan gaya hidup sehat. 

Adapun gaya hidup sehat meliputi pengurangan berat badan, olahraga teratur, dan pengurangan asupan garam dan alkohol. Perubahan gaya hidup saja sudah dapat membantu mengurangi sebagian besar komplikasi jika diikuti dengan rajin.

Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik

Pasien hipertensi harus memastikan untuk minum banyak cairan (delapan gelas sehari) untuk menghindari dehidrasi, metabolisme tubuh serta mengontrol tekanan darah

Batasi konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman bersoda, karena kafein dapat menyebabkan dehidrasi dan komplikasi lainnya termasuk tekanan darah.

Batasi makanan yang tinggi garam

Penderita hipertensi tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kandungan garamnya tinggi karena dapat memicu kenaikan tekanan darah secara cepat.

Baik saat sahur maupun berbuka, batasi jumlah asupan garam dalam makanan setidaknya dua gram per hari atau sekitar satu sendok teh saja. 

Konsumsi buah dan sayuran

Kandungan kalium dalam sayuran dan buah-buahan dapat mengurangi efek natrium atau garam pada tekanan darah. Buah-buahan dan sayuran segar harus dijadikan bagian dari makanan berbuka puasa dan sahur.

Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol

Merokok dan alkohol merupakan faktor penyebab tekanan darah tinggi. Adapun alkohol dapat mempersempit pembuluh darah, yang dapat berujung pada kerusakan pembuluh darah dan organ dalam tubuh. Selain itu, nikotin yang terkandung dalam rokok merangsang sekresi hormon adrenalin yang bersifat memacu jantung dan menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Oleh sebab itu, manfaatkan momen Ramadan untuk  berhenti merokok dan konsumsi alkohol.

Kontrol diabetes dan kolesterol

Kontrol diabetes dan kolesterol sangat penting dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, meskipun tidak berhubungan langsung dengan hipertensi.

Olahraga

Saat berpuasa, penderita hipertensi sebaiknya tetap rutin berolahraga demi menjaga tekanan darah tetap stabil. Pilihlah olahraga dengan intensitas ringan, seperti berjalan kaki, yoga, atau bersepeda. 

Belum ada penelitian yang melarang penderita tekanan darah tinggi untuk berpuasa selama bulan Ramadan. Yang terpenting, pastikan kamu menjalani  puasa di bawah pengawasan dokter dan menerapkan berbagai tips puasa di atas.[]