Rahmah

Tingkatkan Literasi Zakat, Dirjen Bimas Islam: Amil Harus Disertifikasi Supaya Profesional

Untuk itu, pihaknya berharap Kemenag dan BAZNAS agar dapat meningkatkan kuantitas jumlah amil-amil yang tersertifikasi SKKNI.


Tingkatkan Literasi Zakat, Dirjen Bimas Islam: Amil Harus Disertifikasi Supaya Profesional
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin dalam acara Outlook Zakat Indonesia 2022 yang disiarkan secara langsung melalui channel YouTube BAZNAS TV, Selasa (18/1/2022). (YouTube BAZNAS TV)

AKURAT.CO  Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan, salah satu hal yang menjadi indikator kinerja Kementerian Agama terkait zakat yaitu terjadinya presentasi peningkatan muzakki baik secara kuantitatif maupun kualitatif. 

Dalam hal ini, pihaknya juga mempercayai terhadap BAZNAS sebagai lembaga yang selama ini hadir dan memberi kontribusi terhadap masyarakat.

"Dan ini saya kira sudah sangat luar biasa capaiannya, kemarin kita mendengarkan ada jutaan anak-anak bangsa yang telah berkontribusi mengeluarkan zakat, infak dan sedekahnya," ujar Dirjen dalam acara Outlook Zakat Indonesia 2022 yang disiarkan secara langsung melalui channel YouTube BAZNAS TV, Selasa (18/1/2022).

baca juga:

Secara kualitatif, lanjut Dirjen menyampaikan, bertambahnya muzakki, berarti bertambah pula jumlah kualitas pengumpulan, pendistribusian dan tentu pendayagunaannya.

Selain itu, Dirjen juga menyampaikan beberapa hal soal konsen Pemerintah dalam hal zakat. Salah satunya terhadap presentasi lembaga yang terakreditasi sesuai syariah.

"Jadi akreditasi ini, asumsi kita identik dengan kualitas karena akreditasi itu melihat kinerja lembaga, kinerja amil, kinerja pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan," tutur Dirjen.

Dalam hal ini, pihaknya berasumsi bahwa semakin banyak lembaga yang terakreditasi, tentu dari sisi tata kelola semakin bagus dan berkolerasi dengan mutu dan kualitas. 

"Target kita bagaimana lembaga zakat yang terakreditasi sesuai syariah itu semakin banyak," ucap Dirjen.

Kemudian, soal peningkatan presentasi amil yang memiliki sertifikasi kompetensi. Berkaitan dengan hal ini, Dirjen menyebut, bahwa berkat kerjasama semua pihak, yaitu BAZNAS bersama Kementerian Agama, Kementerian Tenaga Kerja telah mengeluarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk amil. 

"Jadi amil ini harus disertifikasi supaya profesional," ungkap Dirjen.

Untuk itu, yang menjadi konsen ke depan dari Kemenag dan BAZNAS adalah bagaimana bisa meningkatkan kuantitas jumlah amil-amil yang tersertifikasi SKKNI. Selain itu, pihaknya juga sedang mengupayakan SKKNI untuk pengawas syariah.

Sebab pengawas syariah ini juga menjadi bagian dari ekosistem yang tidak kalah pentingnya dalam ekosistem per-zakatan di Indonesia.

"Jadi Kemenag sedang mengusahakan untuk menerbitkan SKKNI terkait dengan pengawas ini," tuturnya.

"Tantangan kita adalah bagaimana Kemenag bersama BAZNAS memperbanyak amil-amil yang sudah bersertifikat," tandasnya. []