News

Tingkatkan Kepercayaan Publik, KPU Berencana Lakukan e-Rekap Pada Pemilu Selanjutnya


Tingkatkan Kepercayaan Publik, KPU Berencana Lakukan e-Rekap Pada Pemilu Selanjutnya
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) memberikan keterangan pers terkait penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di Gedung KPU, Jakarta, Senin (7/10/2019). KPU menyebutkan masih ada 61 dari 270 daerah yang belum menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pemilu Kepala Daerah 2020. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman berencana ingin menerapkan e-Rekapitulasi dalam pelaksaan Pemilu kedepannya. Menurut Arief, e-Rekap tersebut diharapkan agar meningkatkan kepercayaan publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Pemilu.

"Kenapa kita mempertimbangkan menggunakan sirekap? karena mudah-mudahan hasil yang dicapai sesuai dengan yang kita harapkan. Pertama meningkatkan kepercayaan publik, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan kepercayaan terhadap proses pemilu itu sendiri," kata Airef saat refleksi penyelenggaraan pemilu 2019 di KPU Pusat, Rabu (22/1/2020).

Arief mengatakan, rencana penerapan e-Rekap itu akan terus dibahas di internal KPU. Terkahir, kata dia, sudah melakukan simulasi dan hasinya sudah dibahas bersama tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Terakhir kita sudah melakukan simulasi dan hasil simulasi kita juga sudaj dibahas berasama tim ITB, nanti kita akan terus mempercepat proses percepatan," ujarnya.

Arief menuturkan, selain itu e-Rekap juga bisa membuat pelaksaan Pemilu yang ramah lingkungan. Sebab, kebutuhan logistik Pemilu seperti kebutuhan kertas baik untuk surat suara maupun formulir sangat besar.

"Itu bukan hanya memperpendek proses pemilunya, tapi juga akan menghemat produksi logistik pemilu dan tentu saja menghemat anggaran, dan tentu saja akan ramah lingkungan karena energi dari alam yang akan diserap juga akan berkurang," pungkasnya.[]