Ekonomi

Tingkat Pengangguran Usia Muda di Indonesia Paling Tinggi Dibanding Negara ASEAN

Tingkat pengangguran terbuka dan usia muda Indonesia sangatlah tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN


Tingkat Pengangguran Usia Muda di Indonesia Paling Tinggi Dibanding Negara ASEAN
Pencari kerja saat melihat lowongan dalam bursa kerja di Gedung Balai Kartini, Kuningan, Jakarta, Kamis (25/1). Bursa kerja ini menghadirkan puluhan perusahaan yang memberikan kesempatan bagi para pencari kerja untuk menempati berbagai posisi. Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan, pada tahun 2017 telah terjadi kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 10.000 orang menjadi 7,04 juta orang pada Agustus 2017 dari Agustus 2016 sebesar 7,03 juta orang (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal menyampaikan bahwasanya tingkat pengangguran terbuka negara Indonesia sangatlah tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN. 

"Menurut data yang  kita peroleh hingga 2019 lalu,ternyata tingkat pengangguran Indonesia diantara negara-negara ASEAN itu termasuk paling tinggi, kemudian di susul oleh Filipina. Hal ini secara tidak langsung menandakan bahwa sebelum pandemi pun kita masih berhadapan dengan tingkat pengangguran yang tinggi, dan itupun kalau kita hanya memperhitungkan tingkat pengangguran terbuka," ucap Mohammad Faisal pada saat webinar bersama media di Jakarta. 

Menurutnya jika dilihat disini, lanjutnya, jarak atau rentang persentasenya agak cukup jauh dengan negara-negara ASEAN. Sedangkan negara dengan tingkat pengangguran terbuka paling rendah berada di negara Thailand. 

Kemudian jika kita beralih ke tingkat pengangguran usia muda di ASEAN, lagi-lagi Indonesia harus rela menjadi nomor satu dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. 

Dalam tabel yang dipaparkan, tambahnya, Indonesia berkontribusi 25 persen dalam angka pengangguran di ASEAN. Sedangkan sisanya Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Thailand hanya di kisaran 10-15 persen.

"Ini kaitannya bagaimana penciptaan lapangan pekerjaan yang menyasar penduduk usia muda,” terangnya. 

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 lonjakan pengangguran terjadi justru berada di kalangan yang terdidik, bukan kalangan yang tak terdidik. 

" Biasanya semakin tinggi pendidikan maka semakin kecil potensi pengangguran, namun kenyataannya di Indonesia tidak. Hadirnya pandemi Covid-19 membuat banyak orang-orang berpendidikan tinggi malah menjadi menganggur, ini berarti ada permasalahan dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan yang bisa menyerap orang-orang yang justru punya pendidikan tinggi," tandasnya.[]

Demikian juga bila dibandingkan dengan tingkat kemiskinan yang masih lebih kecil disandingkan angka pengangguran.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co