News

Tingkat Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 Sudah 45%, Dinkes DKI: Masih Terkendali

Rasio keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Jakarta menunjuk grafik yang terus meningkat.


Tingkat Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 Sudah 45%, Dinkes DKI: Masih Terkendali
Pasien COVID-19 berada di depan tenda darutat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta, Kamis (24/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Rasio keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Jakarta menunjuk grafik yang terus meningkat. Hampir setengah tempat tidur untuk isolasi kini terisi pasien Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Lies Dwi Oktavia menyebutkan, BOR isolasi saat ini mencapai hampir menyentuh 50 persen dan ICU mencapai 14 persen.

"Untuk keterisian ICU itu 14 persen, keterisian isolasi 45 persen," kata Dwi kepada wartawan, Jakarta, Kamis (27/1/2022).

baca juga:

Dwi mengatakan, dengan persentase tingkat keterisian tempat tidur itu, situasinya sebenarnya masih terkendali meskipun terlihat BOR menunjukkan tren peningkatan. Fasilitas kesehatan disebut masih cukup mampu menangani lonjakan pasien.

"Jadi saat ini di angka keterisian 45 persen relatif kondisinya masih cukup bisa kendalikan di dalam lingkungan faskes untuk kasus yang perlu perawatan. Untuk ICU masih oke, keterisian ICU di 14 persen," ujarnya.

Dwi menjelaskan, selama rata-rata keterisian tempat tidur belum mencapai 60-70 persen, layanan terhadap pasien sejatinya masih aman terkendali. Kecuali bila kapasitas tempat tidur telah melampaui batas itu, maka situasinya akan menimbulkan kekhawatiran sehingga diperlukan langkah khusus menambah tempat tidur isolasi.

"Tapi tetap kita lihat dan kalau memang jumlah tempat tidur Covid-19 perlu ditambah, maka kita tambah tentu dengan melakukan penyesuaian RS-nya, kemudian pengaturan area RS untuk full Covid-19 dengan yang campur, walau area perawatannya beda. Kita lihat semua aspek," tuturnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 1.886 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 14.082 orang yang masih dirawat atau isolasi.

"Perlu digarisbawahi bahwa 12.483 orang dari jumlah kasus aktif (88,6 persen) merupakan transmisi lokal, sedangkan sisanya adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sementara itu, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 3.509 orang sehingga total  kasus, yang mana 3.325 di antaranya (94,8 persen) juga merupakan transmisi lokal," ucap Dwi dalam keterangannya, Rabu (26/1/2022). []