Lifestyle

Tingginya Kasus Covid-19 pada Anak, Orangtua Wajib Waspada Penyakit Bawaan Si Kecil

Komorbid dan minimnya layanan kesehatan adalah penyebab tingginya kasus Covid-19 pada anak. Komorbid yang perlu diperhatikan adalah obesitas dan TBC.


Tingginya Kasus Covid-19 pada Anak, Orangtua Wajib Waspada Penyakit Bawaan Si Kecil
Ilustrasi membawa anak ke luar rumah saat pandemi (BBC)

AKURAT.CO, Kasus Covid-19 varian Delta pada anak-anak meningkat pesat belakangan ini. Data dari tim Gugus Tugas Covid-19, jumlah anak yang positif Covid-19 hingga 13 Juli 2021 menunjukan sekitar 328 ribu anak berusia 0-18 tahun terkonfirmasi Covid-19. Kondisi ini tentunya langsung mendapat perhatian dari Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A (K) FAAP. 

"Kematian anak Karena Covid-19, 3 Minggu terakhir ini sangat meningkat, lebih 100 anak setiap minggu," kata dokter Aman, dikuti Akurat.co dari akun Instagram pribadinya @amanpulungan, Senin, (26/7/2021). 

View this post on Instagram

A post shared by Aman Pulungan (@amanpulungan)

Menurut data yang dipaparkan oleh Dokter Aman, kondisi ini disebabkan tingginya komorbiditas pada anak serta layanan kesehatan yang belum merata. 

"Tingginya komorbiditas pada anak Indonesia serta cakupan layanan kesehatan yang belum menyeluruh dapat menjadi penyebab tingginya angka kematian anak karena Covid-19," demikian tertulis dalam Instagram Dokter Aman itu.

Lebih lanjut, dokter Aman memaparkan deretan komorbid yang  menjadi penyebab kematian karena Covid-19. Diantaranya adalah obesitas dan TBC.

"Data kita, sebagian besar ada komorbid seperti obesitas, TBC dll," tulis dokter Aman. 

Komorbiditas obesitas ditemukan pada kasus kematian Covid-19 anak sebesar 1,2821 persen. Sementara itu, persentase TBC adalah 5,7692 persen. Oleh sebab itu, Aman mengingatkan orangtua agar menjaga kesehatan anak supaya terhindar dari obesitas. Sementara anak yang mengalami gejala TBC, orangtua pun harus cekatan membawa anak ke dokter untuk  diobati. 

"Melihat data-data ini dan pandemi masih akan lama, sebaiknya pastikan anak kita tidak obes. Kita no dua ranking untuk penderita TBC di dunia," ujar Aman.

"TBC bisa diobati. Jika ada terpapar TBC atau ada gejala, segera diperiksakan dan diobati," tegasnya. 

Beberapa komorbid lainnya adalah kelainan genetik, kekurangan gizi, penyakit autoimun, penyakit ginjal kronis, penyakit jantung bawaan, serta cerebral palsy.

Orangtua memiliki peran penting dalam melindungi dan mencegah anak terinfeksi Covid-19, terutama yang masih dibawah usia 12 tahun. Pasalnya, saat ini Indonesia belum menyediakan vaksin Covid-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun.

Orangtua wajib menerapkan protokol kesehatan serta tidak membawa anak ke luar rumah. Orangtua juga perlu memberikan nutrisi tambahan dan serta vitamin C, D dan E sebagai penunjang daya tahan tubuh Si Kecil.[]