News

Tinggalkan Kenangan Buruk Pasca Penembakan Massal, SD Robb di Uvalde Bakal Dihancurkan 

Tinggalkan Kenangan Buruk, SD Robb di Uvalde Bakal Dihancurkan 


Tinggalkan Kenangan Buruk Pasca Penembakan Massal, SD Robb di Uvalde Bakal Dihancurkan 
Walikota Uvalde dalam pernyataannya tidak mengatakan kapan SD itu akan dibongkar (EPA via BBC)

AKURAT.CO Robb Elementary, sekolah tempat 21 orang tewas dalam penembakan bulan Mei, akan dihancurkan.

Walikota Uvalde, Don McLaughlin membuat pernyataan itu pada Selasa (21/6), selama pertemuan dengan Dewan Kota yang berjalan tegang. Diketahui penduduk masih menunggu jawaban polisi atas penembakan fatal tersebut, yang menewaskan 19 anak dan 2 guru.

Sekolah Dasar (SD) Robb memiliki hampir 600 jumlah siswa, yang terbagi di kelas dua, tiga, dan empat. McLaughlin tidak mengatakan kapan SD itu akan dibongkar.

baca juga:

"Sepamahaman saya, dan setelah saya berdiskusi dengan pengawas, sekolah akan dihancurkan. Anda tidak akan pernah bisa meminta seorang anak untuk kembali atau guru untuk kembali ke sekolah itu," kata McLaughlin usai berbicara dengan Inspektur Uvalde CISD Dr. Hal Harrell.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden juga telah menyarankan hal yang sama-merobohkan SD tersebut, kata Senator Negara Bagian Roland Gutierrez kepada media lokal bulan lalu.

SD Robb bukan satu-satunya sekolah yang dibongkar setelah penembakan massal.

SD Sandy Hook di Newtown, Connecticut, juga telah dihancurkan setelah 20 siswanya yang berusia 6-7 tahun, dan enam anggota staf tewas ditembak. Insiden itu terjadi pada 2012, 10 tahun sebelum tragedi Uvalde. Pasca pembongkaran itu, pihak berwenang membangun sekolah baru di atas tanah yang sama.

Di Uvalde sendiri, kemarahan publik makin meningkat. Sejak penembakan, warga dibuat kecewa dengan temuan yang menyebut polisi menunggu selama lebih dari satu untuk menghadapi penyerang.

Hingga pada Selasa, Direktur Departemen Keamanan Publik Texas, Kolonel Steve McCraw, memberikan keterangan soal masalah tersebut. Ia ikut mengonfirmasi bahwa pada saat kejadian, ada cukup banyak polisi, dan mereka harusnya bisa menghentikan pelaku tiga menit setelah dia memasuki gedung. 

Namun, pada praktiknya, polisi berdiam diri, menunggu hingga lebih dari satu jam di luar ruang kelas sebelum tim lain masuk.

Berbicara kepada Senat negara bagiab, McCraw menegaskan sikapnya, menyebut tanggapan polisi sebagai 'kegagalan yang hina'. McCraw juga telah menuduh komandan yang memimpin tanggapan, bahwa dia lebih menempatkan nyawa petugas di atas nyawa anak-anak.

Serangan di Uvalde dilakukan oleh seorang remaja 18 tahun, yang kemudian diidentifikasi sebagai Salvador Ramos. Penembakan yang melibatkan Ramos ini telah menyebabkan perdebatan nasional baru tentang peraturan senjata.

Senator AS pada Selasa juga telah mengajukan undang-undang baru untuk mengatasi penembakan massal dalam apa yang disebut sebagai kontrol senjata baru yang paling signifikan dalam satu generasi. []