Tech

Tinggalkan Android, Nokia Berpindah ke HarmonyOS?

Nokia menawarkan alternatif kepada pengguna mereka dengan HarmonyOS


Tinggalkan Android, Nokia Berpindah ke HarmonyOS?
HarmonyOS (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Selama beberapa tahun terakhir, ponsel Nokia menggunakan sistem operasi berbasis Android. Namun, Nokia baru-baru ini disebut akan menawarkan alternatif kepada pengguna mereka dengan memanfaatkan platform smartphone baru besutan Huawei, yakni HarmonyOS.

Dilansir dari Ubergizmo, Kamis (1/7), menurut laporan terbaru, HMD Global sedang mempersiapkan ponsel Nokia baru berupa Nokia X60 yang kabarnya akan menggunakan HarmonyOS. Jika benar, perangkat Nokia X60 menjadi smartphone non-Huawei pertama yang menggunakan platform tersebut.

Tak hanya itu, hal tersebut juga akan membuat Huawei memiliki jangkauan lebih luas. Imbasnya, perusahaan asal Cina itu dapat mendorong lebih banyak orang untuk mengadopsi platform barunya tersebut.

Sementara itu, mengejutkan bahwa HMD Global sedang mempertimbangkan HarmonyOS, mengingat platform tersebut yang relatif belum terbukti. Huawei sendiri memang memiliki jangkauan dan basis penggemar yang berpotensi membuat sistem operasinya bisa menyaingi iOS dan Android.

Menarik juga untuk melihat apakah Nokia X60 akan diluncurkan di Amerika Serikat. Hubungan Amerika Serikat dan Cina yang saat ini berada di titik rendah, pemerintah setempat tentu tidak akan terlalu senang dengan ponsel yang menjalankan HarmonyOS.

Belum lama ini, Huawei mengumumkan HarmonyOS yang dirasa cukup memuaskan. Hingga bulan Juni ini, sudah ada 134.000 aplikasi yang tersedia untuk platform barunya. Sementara ada lebih dari empat juta pengembang telah mendaftar. Artinya, setidaknya empat juta aplikasi sudah dapat dibuat.

HarmonyOS diharapkan tak akan hanya sekadar berguna pada platform smartphone. Huawei berambisi membawa HarmonyOS ke semua jenis gadget pintar seperti TV pintar, peralatan rumah pintar, dan banyak lagi.

HarmonyOS sendiri adalah jawaban Huawei untuk sistem Android besutan Google. Perang dagang antara AS dan Cina membuat Huawei terjebak sehingga tidak dapat menggunakan layanan Google untuk smartphone-nya. Alhasil, kondisi ini memaksa Huawei mulai mengembangkan alternatif perangkat lunak mereka sendiri termasuk untuk platform seluler.

Mei 2019 lalu, pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukan Huawei ke daftar hitam. AS menandai Huawei dalam catatan hitam, karena anggap produk Cina itu hanya beroperasi untuk memata-matai penduduk saja. Google yang notabene perusahaan AS pun terpaksa tidak bekerja sama dengan Huawei.