Lifestyle

Tindakan Orangtua Saat Kakak Kasar pada Adik


Tindakan Orangtua Saat Kakak Kasar pada Adik
Psikolog anak, Putri Lenggogeni S.Psi. (AKURAT.CO/Abdul Haris)

AKURAT.CO, Memiliki anak lebih dari satu bisa menjadi tantangan bagi para orangtua dalam mengasuh dan mengurus mereka, terlebih untuk adik dan kakak yang jarak usianya tidak terpaut jauh.

Namun, kakak yang berbuat kasar kepada adik adalah masalah yang kerap terjadi dalam kehidupan suami istri yang memiliki anak lebih dari satu ini. Dan hal itu juga membuat orangtua berada di posisi yang lumayan kebingungan, harus bertindak seperti apa agar tepat penanganannya.

Lalu hal apa yang perlu dilakukan orangtua ketika kakak kasar kepada adiknya?

Berikut jawaban psikolog, Putri Lenggogeni S.Psi, kepada AkuratParenting saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa, (12/11).

"Informasikan ke kakak bahwa berbuat kasar tidak baik, tapi jangan pernah untuk memarahinya karena malah memicu hal negatif kepada si kakak. Terus beritahu bahwa adik harus disayang oleh kakak, karena adik masih kecil tidak tau apa-apa. Harus saling berbagi untuk bermain bersama, makan bersama," ungkapnya.

Tidak mencap kakak sebagai biang keladi atau anak yang sering kasar kepada adik adalah hal penting yang perlu diwaspadai orangtua. Jika hal itu dilakukan, maka si kakak akan benar-benar mengambil peran dari apa yang dituduhkan atau dicap itu. Hal tersebut adalah self-fulfilling prophechy.

Perhatian ekstra orangtua memang diperlukan untuk mengawasi si kakak saat mendekati adik, terlebih kakak yang masih berusia dibawah 6 tahun yang belum bisa mengontrol motoriknya dengan sempurna sehingga hal-hal kasar bisa terjadi dengan mudahnya.

"Kakak yang kasar mungkin tidak ada maksud untuk kasar, bisa saja karena belum mengerti bagaimana mengontrol kekuatan tangan atau kakinya, sehingga tidak paham bahwa yang dilakukannya itu bisa membuat adik kesakitan. Makanya perlu diberi contoh kepada kakak bagaimana cara menyentuh yang baik," tambahnya.

Lebih lanjut, Putri juga memberikan siasat agar hubungan kakak adik terjalin dengan melakukan aktivitas bersama antara anak pertama dan anak kedua, seperti permainan bersama antara anak pertama dan kedua.

Orangtua perlu sesekali memberi tes kepada si kakak untuk berada dalam satu ruangan dengan adik, untuk melihat apakah ia bisa menerapkan ajaran yang telah diberikan atau tidak.

Oleh sebab itu, penting memberi kakak kepercayaan untuk bersama adik, tapi tetap dalam pengawasan.[]