News

Timsel Bawaslu DKI Pertimbangkan Serius Masukan Masyarakat Terkait Komisioner yang Melanggar Etik

Anggota Tim Seleksi Calon Komisioner Bawaslu DKI Siti Zuhro memastikan akan mempertimbangkan masukan dari kelompok masyarakat soal perlunya sosok berintegritas yang akan lolos pada tahapan berikutnya dalam proses seleksi.


Timsel Bawaslu DKI Pertimbangkan Serius Masukan Masyarakat Terkait Komisioner yang Melanggar Etik
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro (MIftahul Munir)

AKURAT.CO, Anggota Tim Seleksi Calon Komisioner Bawaslu DKI Siti Zuhro memastikan akan mempertimbangkan masukan dari kelompok masyarakat soal perlunya sosok berintegritas yang akan lolos pada tahapan berikutnya dalam proses seleksi. Profesor politik itu mengatakan, isu integritas memang telah menjadi isu utama 

Terkait dengan nama Agustinus Benny Sabdo yang pernah divonis melanggar kode etik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Siti Zuhro mengatakan telah meminta penjelasan dari kedua belah pihak. Yakni dari Agustinus Beny Sabdo maupun dari DKPP. 

"Kita tidak akan segan-segan tentunya mempertimbangkan secara serius semua keberatan dari publik, masyarakat, komunitas dan kalau ada fakta hukum yang menyatakan (pelanggaran etik) itu tentu ini akan jadi pertimbangan serius. Sangat serius," katanya kepada AKURAT.CO, Senin (1/8/2022). 

baca juga:

Dia menegaskan, Timsel belum mengumumkan sosok yang lolos untuk maju ke tahap berikutnya. Artinya, kata dia, peserta yang lolos pada tahap tes beberapa waktu lalu belum diumumkan. Pengumuman baru akan dilakukan besok, Selasa (2/8/2022). 

"Kan pengumumannya tanggal 2 Agustus. Besok. Undangannya tanggal 2 sesuai dengan jadwal memang. Bukan hari ini. Timsel diberikan waktu untuk mendiskusikan hasil dari semua CAT (computer assesment test) macem-macem itu termasuk juga mempertimbangkan semua keberatan dari masyarakat," ungkapnya. 

Timsel juga tak ingin disorot publik lantaran keliru membuat keputusan. Terutama yang menyangkut etika penyelenggara Pemilu. Apalagi, pelanggaran etik itu dibuktikan oleh DKPP dengan dokumen yang ada. 

"Jadi kalau memang ada terlalu banyak keberatan dan kita rekonfirmasi ke DKPP yang mengeluarkan itu. Kalau memang iya, ya kita tidak akan meneruskan, seperti itu. Karena kami pasti akan disorot tajam," ungkapnya. 

Dia mengungkapkan, telah meminta klarifikasi dari Agustinus Beny Sabdo terkait keputusan DKPP itu. Dari Bwny, pihaknya telah mendapat penjelasan bahwa perkara pelanggaran etik itu sudah selesai. 

"Jadi hal-hal yang menyangkut pelanggaran etika, pelanggaran hukum itu menjadi pertimbangan kita karena itu masalah integritas. Itu nomor satu. Timsel akan mempertimbangkan itu sangat serius," ungkapnya. []