Tech

Timnas CSGO Female Indonesia Dipaksa Bertekuk Lutut Di Hadapan Argentina

Timnas CSGO Female Indonesia Dipaksa Bertekuk Lutut Di Hadapan Argentina
Timnas Argentina patahkan langkah Timnas Indonesia dengan skor 2-0, Kamis (9/12/2022) (IG : @garudaku.esi)

AKURAT.CO, Timnas Indonesia CSGO Female dipaksa menghentikan langkahnya usai takluk di tangan Timnas Argentina pada final lower bracket International Esports Federation (IESF) WEC 2022.

Timnas Indonesia harus puas dengan finish di posisi ketiga, tim yang diwakilkan oleh FPS Women terbaik yakni Celeste, telah memberikan usaha terbaik mereka untuk bangsa dan negara.

Namun memang persaingan di dalam kompetisi IESF WEC 2022 sangat ketat, semua tim membawa para wakil terbaik untuk bermain demi memperebutkan gelar juara dan juga total hadiah US$50 ribu.

baca juga:

Para pemain perwakilan Timnas Indonesia ini mengaku mendapatkan pelajaran berharga untuk diambil menghadapi gelaran yang sama di tahun depan.

Perjuangan panjang wanita-wanita ini akhirnya harus berakhir dengan catatan 1 kemenangan dan 2 kekalahan. Timnas CSGO Female Indonesia hanya berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Namibia, dan hasil kekalahan 0-2 dari Polandia.

Usai takluk 0-2 di tangan Timnas Argentina, ini menjadi akhir dari perjalanan Timnas CSGO Female Indonesia pada IESF tahun ini.

Salah satu pemain Timnas CSGO Indonesia, Dhammamitta Marvella atau yang lebih dikenal dengan Margeaux menyampaikan berbagai pesan dan kesan yang ia dapat bersama timnya di ajang IESF WEC 2022.

“Suatu kehormatan bagi kami melawan mereka semua. Ajang ini menjadi acuan bagi kami semua, kami harus lebih semangat lagi, belajar lagi, kami akan terus kembangin CSGO ini,” ujar Margeaux usai pertandingan melawan Argentina, Kamis (8/12/2022).

Terlepas dari berbagai faktor kekalahan, menurut Margeaux persiapan Timnas CSGO Indonesia yang bisa dibilang ‘mendadak’ menjadi sebuah faktor terbesar bagi mereka, selain itu juga karena memang mereka mengaku sudah lama tidak bermain CSGO.

“Kekurangan Dari kami mungkin persiapan yang mendadak ya. Kami benar-benar tidak pernah lagi bermain CSGO. Rencananya kami akan menekuni game ini kembali, rencananya (IESF WEC) tahun depan akan diadakan di Romania, kami sudah siap,” sambung Margeaux.

Dari hasil yang mereka terima saat ini, Margeaux menekankan ada beberapa aspek penting yang harus mereka kembangkan lagi kedepannya.

“Untuk evaluasi, kami belajar banyak dari kesalahan-kesalahan kemarin. Banyak pelajaran yang harus kami perbaiki seperti mental, game strategi, adaptasi gameplay dan lainnya,” pungkasnya.

Walau harus finish di posisi ketiga, setidaknya mereka sudah memberikan usaha terbaik untuk bangsa dan negara. Semoga tahun depan bisa menjadi ajang balas dendam dan merebut gelar juara.