Olahraga

Timnas Basket 3x3 Putri Kecewa Batal Berangkat ke ISG

Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia batal berangkat ke ISG 2021 karena masalah dana dari pemerintah.


Timnas Basket 3x3 Putri Kecewa Batal Berangkat ke ISG
Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia melakukan latihan jelang Islamic Solidarity Games (ISG) 2022. (PP Perbasi)

AKURAT.CO, Kekecewaan tak mampu disembunyikan oleh Tim Nasional Bola Basket 3x3 Putri Indonesia setelah diputuskan secara mendadak batal berangkat ke Islamic Solidarity Games (ISG) Konya 2021 pada 9 hingga 18 Agustus nanti.

Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia tidak jadi ikut serta dalam pesta olahraga negara-negaraanggota Organisasi Kerja Sama Islam tersebut karena masalah dana. Pemerintah hanya mengirimkan kontingen terbatas ke Turki.

Penanggung jawab Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia, Christopher Tanuwidjaja, menyayangkan pengumuman pembatalan yang terkesan mendadak ini. Sebab, Nathania Claresta Orville dan kawan-kawan telah menyiapkan diri sejak 21 Juli lalu yang merupakan latihan lanjutan setelah sukses menembus tiga besar di Piala Asia FIBA 3x3 2022 pada 6-10 Juli lalu di Singapura.

baca juga:

"Kami semua dari manajemen, officials dan Pemain sangat menyayangkan keputusan datang mendadak ini. Hanya sekitar satu minggu menjelang keberangkatan ke Konya, Turki," ucap Christopher melalui rilis resmi PP Perbasi, Jumat (5/8).

"Sedangkan dari FIBA 3x3 Asia Cup Singapura, kami tidak libur sama sekali langsung lanjut latihan untuk persiapan ISG ini."

Menurut Christopher, jika saja keputusan pembatalan itu datang lebih awal, maka timnya akan terhindar dari berbagai kerugian yang telah mereka alami. Mulai dari waktu, pikiran, tenaga, hingga dana.

"Sayang saja, jika kita bisa tahu lebih awal semuanya kan bisa lebih efisien. Semoga hal seperti ini tidak terulang kembali, jika memang tidak diberangkatkan agar ada pemberitahuan yang lebih awal agar kami yang di lapangan juga bisa mengatur program tim dengan lebih baik," katanya.

"Mengingat seharusnya kita bisa memberikan break dulu untuk para pemain sepulang dari FIBA 3x3 Asia Cup, Singapura jika memang tidak berangkat ke ISG di Konya, Turki."

Senada dengan Christopher, pelatih kepala Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia, July Wong juga menyayangkannya. Namun, ia enggan terlalu memusingkannya dan coba mengambil sisi positif dari pembatalan ini.

"Dengan keputusan noc kita tidak jadi brangkat, berarti persiapan kita untuk event ke depan akan lebih matang," ucap July.

Sebelumnya, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memutuskan untuk tidak mengirim Timnas Bolabasket Putri 3x3 ke ISG 2021 di Konya, Turki. Putusan itu dituangkan dalam surat yang ditandatangani Sekjen KOI Ferry Kono tertanggal 3 Agustus dengan nomor 8.3.12/NOC-INA/PRE/2022.

"Mengingat adanya keterbatasan dana dari Pemerintah untuk pembiayaan keberangkatan pemberangkatan kontingen Indonesia pada ISG Konya 2021 maka KOI dan Chief de Mission ISG Konya 2021 harus melakukan penyesuaian jumlah kontingen yang dikirimkan," demikian bunyi surat KOI kepada PP Perbasi.

"Atas masukan dari Tim Review maka dengan menyesal kami harus memberitahukan bahwa di dalam nomor-nomor beregu tidak disertakan, termasuk Tim Bola Basket 3x3 Putri."

Sementara menurut rilis terakhir KOI, Indonesia akan mengirimkan 82 atlet dan 21 ofisial dari 13 cabang olahraga. Sebanyak 12 cabang olahraga yaitu panahan, atletik, balap sepeda disiplin jalan raya, senam, judo, karate, kickboxing, menembak, renang, taekwondo, angkat besi, dan gulat berangkat dengan dana APBN.

Sementara dua atlet dan satu pelatih tenis meja berpartisipasi dengan dana mandiri. Mereka akan dipimpin Rafiq Hakim Radinal selaku Chef De Mission ISG 2021.

"Terkait team size, kondisi ini di luar perencanaan. Semula kami merencanakan  dapat mengirim 150 atlet. Tetapi kenaikan harga pesawat yang mencapai dua hingga tiga kali lipat belakangan ini membuat kami terpaksa menyesuaikan jumlah Tim Indonesia yang diberangkatkan ke ISG Konya," terang Sekjen KOI Ferry Kono.[]