News

Tim Penyidik KPK Bakal Cecar Kepala Dinas PUPR Kota Ambon Dugaan Suap Richard Louhenapessy

Tim penyidik menjadwalkan akan memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ambon Melianus Latuihamallo.


Tim Penyidik KPK Bakal Cecar Kepala Dinas PUPR Kota Ambon Dugaan Suap Richard Louhenapessy
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy di Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pemberian izin pembangunan cabang usaha retail di Ambon yang menjerat Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy.

Kali ini tim penyidik  menjadwalkan akan memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ambon Melianus Latuihamallo. Melianus nantinya akan didalami pengetahuannya oleh tim penyidik sebagai saksi.

"Beliau (Melianus Latuihamallo) akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RL (Richard Louhenapessy)," ucap Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (27/6/2022).

baca juga:

Ali menyebutkan pemeriksaan akan dilakukan tim penyidik terhadap dua saksi lainnya. Mereka adalah Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Ambon Ferdinanda Johanna Louhenapessy dan mantan Kepala Dinas PUPR Kota Ambon tahun 2018-2021 Enrico Rudolf Matitaputty.

"Para saksi akan dilakukan pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jl. Kuningan Persada Kav-4, Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan," ujar Ali.

Ali tak menjelaskan terkait pendalaman apa saja yang dilakukan tim penyidik kepada para saksi. Namun diyakini pemeriksaan dilakukan guna melakukan penggalian informasi dan melengkapi bukti perkara agar lebih jelas dan terang. Juru Bicara Bidang Penindakan KPK tersebut juga menyampaikan akan memberikan informasi lebih lanjut terkait kasus tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menetapkan Walikota Ambon Richard Louhenapessy sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pemberian izin pembangunan cabang usaha retail di Ambon.

Selain Richard, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Kedua tersangka lainnya yakni Staf Tata Usaha Pimpinan pada Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanussa, dan Karyawan Alfamidi Kota Ambon Amri. 

"KPK sejak awal April 2022 meningkatkan status perkara ini ke tahap Penyidikan dan KPK telah menetapkan ada 3 orang tersangka,"ucap Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (13/5/2022).

Diketahui, KPK telah menaikkan kasus ini ke penyidikan sejak April 2022. KPK menduga ada penyerahan suap Rp 500 juta untuk penerbitan izin pembangunan 20 Alfamidi di Kota Manise.[]