Olahraga

Tim Panahan Putra Lebih Berpeluang Dapatkan Tiket Olimpiade Nomor Beregu

Tim putra akan bersaing dengan 37 negara dan tim putri akan bersaing dengan 29 negara.


Tim Panahan Putra Lebih Berpeluang Dapatkan Tiket Olimpiade Nomor Beregu
Enam pemanah Indonesia yang disiapkan tampil pada Kejuaraan Dunia Panahan 2021 yang akan berlangsung di Paris, Prancis, 18-21 Juni (KOI)

AKURAT.CO, Tim panahan Indonesia saat ini memang sudah mengamankan dua tiket Olimpiade Tokyo 2020 dari nomor recurve perorangan putra dan putri.

Tetapi, skuad Merah Putih berpeluang menambah perwakilan lewat nomor beregu saat tampil pada kualifikasi olimpiade terakhir, Piala Dunia Panahan 2021 yang berlangsung di Paris, Prancis, 18-21 Juni.

Tim recurve putra Indonesia akan bersaing dengan 37 negara, sedangkan tim recurve putri berkompetisi dengan 29 negara. Namun, pelatih panahan nasional, Lilies Handayani mengatakan tim putra dinilai lebih berpotensi untuk lolos.

"Berbicara peluang, putra dan putri tentu memiliki peluang yang sama untuk mendapat tiket nomor beregu. Namun, mungkin yang potensinya lebih terbuka adalah tim recurve putra," kata Lilies di Lapangan Panahan Komplek GBK, Jakarta, Senin (14/6).

Berbicara mengenai peta kekuatan, Lilies juga mengatakan bahwa Indonesia harus mewaspadai Amerika Serikat dan negara-negara pecahan  Uni Soviet.

Walau begitu, Lilies yakin anak-anak asuhnya mampu memenuhi target yang diberikan. Apalagi tim pelatih sudah memberikan beberapa simulasi latihan dalam kondisi berangin dan tanpa angin kepada Riau Ega dan kolega sebelum bertolak ke Prancis.

"Anak-anak sudah siap, mungkin yang perlu diperhatikan adalah mental tanding. Bagaimana mereka bertemu dengan lawan-lawan berat saat di Paris," Lilies menjelaskan.

Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) sudah menyiapkan enam atlet (3 putra dan 3 putri) recurve untuk tampil di Paris. Mereka adalah Riau Ega Agatha Salsabila, Arif Pangestu, Alviyanto Bagas Prastyadi, Diananda Choirunisa, Titik Kusuma Wardahani, dan Rezza Oktavia.

Kesempatan untuk menambah tiket dari nomor beregu terbuka apabila Indonesia masuk tiga besar di Paris. Jika berhasil menambah atlet di nomor beregu, kuota di nomor perorangan secara otomotis akan dialokasikan untuk negara lain.[]