News

Tim Kuasa Hukum John Kei Gagal Bertemu Presiden RI dan Kapolri


Tim Kuasa Hukum John Kei Gagal Bertemu Presiden RI dan Kapolri
Polisi membawa salah satu tersangka kejahatan John Kei saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). Tim gabungan Polda Metro Jaya berhasil menangkap 30 orang, yakni John Kei beserta anggota kelompoknya dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan, dan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten pada Minggu (21/6/2020). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

AKURAT.CO, Tim Kuasa Hukum John Kei sudah mendatangi Mabes Polri untuk bertemu dengan Kapolri Jenderal Idham Azis pada Senin (6/7/2020) kemarin. Kedatangan tim kuasa hukum untuk memberikan surat terkait dengan kasus John Kei.

Salah satu tim kuasa Hukum John Kei, Ita Tarigan mengatakan pihaknya gagal menemui Idham Azis karena jenderal bintang empat tersebut sedang tidak ada di kantornya.

"Kita diminta untuk menceritakan isi surat segala macem ke stafnya. Kita tidak bersedia," kata Ita kepada AKURAT.CO, Selasa (7/7/2020).

Ita melanjutkan, akhirnya tim kuasa hukum John Kei menitipkan surat kepada staf Idham dengan tanda terima. Dia berharap surat tersebut dibaca Idham sebagai bahan pertimbangan proses hukum John Kei.

"Yang penting surat sudah diterima (staf Kapolri) sudah ada tanda terimanya itu saja sih," tuturnya.

Ita melanjutkan, poin dalam surat tersebut ialah sebuah ucapan terima kasih dari tim kuasa hukum kepada aparat kepolisian karena sudah menangani kasus yang menjerat John Kei dengan baik.

"Dan hak hak klaien kami pun juga terpenuhi. Karena apapun penyidiknya selalu koordinasi dengan kami juga baik saat BAP, prarekonstruksi dan juga rekontruksi," terangnya.

Sementara itu, kuasa hukum John Kei lainnya yakni Buhari mengaku batal bertemu Presiden Joko Widodo untuk menyerahkan surat permintaan perlindungan hukum. Pasalnya, saat itu Jokowi sedang ada rapat dan surat tersebut akhirnya dititipkan kepada Sekretariat Negara (Sekneg).

"Intinya kita minta adanya perlindungan hukum dari Pak Jokowi. Karena kami tidak mau ada yang intervensi," terangnya.

Dia berharap proses hukum John Kei di Polda Metro Jaya bisa sesuai dengan SOP. "Kami berharap sebagai kuasa hukum supaya klien kami dituntut sesuai dengn perbuatannya. Karena kami yakin tidak ada terlibat kliennya apalagi perintah untuk membunuh. Terjadinya itu karena benturan di lapangan," tandasnya.[]