News

Tim Ilmuwan Gabungan Jepang Cs Klaim Temukan Dua Zat Mujarab untuk Obat COVID-19


Tim Ilmuwan Gabungan Jepang Cs Klaim Temukan Dua Zat Mujarab untuk Obat COVID-19
Viracept (nelfinavir) diklaim sebagai salah satu zat yang bisa digunakan untuk mengobati COVID-19 (RxWiki & Corona Virus Shield)

AKURAT.CO, Perkembangan vaksin COVID-19 dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Israel, China, hingga Jerman memang selama ini banyak disuguhkan kepada publik. Namun, bagaimana dengan obat yang paling mujarab untuk penyakit itu sendiri?

Untuk menjawab tantangan ini, tim ilmuwan gabungan dari Jepang serta institusi asing lain akhirnya tampil dengan temuan baru terkait dengan obat yang paling tepat untuk COVID-19. Dalam klaimnya, para ilmuwan ini menyebut bahwa mereka telah sukses mengidentifikasi dua jenis zat yang digadang-gadang bisa digunakan sebagai obat ampuh untuk COVID-19.

Lebih detail, NHK pada Rabu (22/4), menulis penemuan tersebut dihasilkan selama proyek penelitian darurat bersama yang dipimpin oleh Institut Nasional Penyakit Infeksi Jepang serta Universitas Sains Tokyo. Dalam laporannya, media Jepang ini juga menyebutkan bahwa penemuan tersebut adalah hasil kerja yang dilakukan oleh sekitar 25 peneliti dari sejumlah institusi Jepang serta lembaga luar negeri.

Sementara, dalam prosesnya, para peneliti dikatakan sempat memburu zat-zat yang mungkin mampu menangkal reproduksi virus. Dalam tahap ini, para ilmuwan bahkan disebutkan rela menginvestigasi zat yang terkandung dalam sekitar 300 jenis obat yang disetujui oleh pemerintah Jepang, Eropa, serta AS.

Setelah menyelidiki ratusan obat tersebut, para peneliti akhirnya menjatuhkan pilihan mereka kepada Nelfinavir dan Cepharanthine.

Sementara, Nelfinavir sendiri diketahui merupakan obat antiretroviral yang biasa digunakan untuk perawatan penyakit dari virus human immunodeficiency atau HIV. Pun, obat ini disebutkan ampuh menekan gejala AIDS.

Sedangkan Cepharanthine diketahui telah digunakan Jepang sejak 1950-an untuk mengobati sejumlah penyakit akut serta kronis, termasuk pengobatan leukopenia, gigitan ular, xerostomia, dan alopecia. Secara garis besar, Cepharanthine biasa digunakan khususnya untuk mengobati berbagai penyakit yang mengarah pada pengurangan sel darah putih.

Para ilmuwan menyebut model komputer telah menunjukkan bahwa Nelfinavir mampu memblokir enzim yang membantu reproduksi virus. Sedangkan, Cepharanthine ampuh untuk mencegah virus memasuki sel.

Analisis komputer juga menunjukkan jika kedua zat ini diberikan secara bersamaan kepada pasien 12 jam setelah mereka mengalami gejala virus corona, pasien bisa bebas virus dalam waktu sekitar 10 hari, atau bahkan sekitar lima hari lebih cepat daripada ketika mereka tidak diberi apa-apa.

Saat ini, tim disebutkan tengah merencanakan penelitian klinis untuk menguji keamanan serta efektivitas zat-zat tersebut.

Watashi Koichi, seorang peneliti senior di Institut Penyakit Menular Nasional Jepang, juga mengatakan kedua zat ini terbukti sangat efektif di tingkat eksperimen. Alhasil, tim dilaporkan akan segera mengusulkan Nelfinavir dan Cepharanthine sebagai kandidat untuk pengobatan baru penyakit COVID-19.[]