Tech

Tim Abmas ITS Rancang Lemari Disinfektan APD Berbasis Sinar UV-C

Memanfaatkan lemari disinfektan untuk mencegah pemborosan penggunaan APD


Tim Abmas ITS Rancang Lemari Disinfektan APD Berbasis Sinar UV-C
Lemari disinfektan berbasis UV-C. (its.ac.id)

AKURAT.CO Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) Tematik dari Departemen Desain Interior Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang lemari disinfektan Alat Perlindungan Diri (APD) berbasis sinar Ultraviolet C (UV-C) untuk puskesmas. Dengan adanya lemari disinfektan ini diharapkan bisa mengurangi pemborosan penggunaan APD, sehingga pemanfaatannya dapat lebih efisien.

Ketua tim, Caesario Ari Budianto ST MT mengatakan, keberadaan perlengkapan APD bagi tenaga kesehatan (nakes) merupakan salah satu faktor penting dalam usaha mencegah dan mengendalikan infeksi Covid-19. Meski begitu, ketersediaan APD di puskesmas dianggap tidak dapat memenuhi kebutuhan APD. Ditambah dengan tidak adanya fasilitas pembersihan APD yang memungkinkannya untuk digunakan kembali.

Atas dasar permasalahan tersebut, Rio dan timnya membuat alat disinfektan APD untuk memanfaatkan APD yang sebenarnya dapat digunakan lebih dari sekali. Dengan memanfaatkan lemari tersebut, pemborosan APD bisa dicegah, sehingga pemanfaatannya dapat lebih efisien. Dari hasil kajian yang dilakukan, Rio dan tim memilih Puskesmas Jetis di Kabupaten Ponorogo yang akan menggunakan lemari disinfektan tersebut. 

"Penggunaan teknologi UV-C dipilih, karena sinar UV-C secara alamiah dapat mengurai beberapa macam bakteri dan virus. UV-C sendiri sudah dikenal sebagai perantara disinfektan untuk proses sterilisasi alat. Namun, pada prosesnya UV-C tidak bisa langsung dipaparkan ke manusia, hanya terbatas pada benda," ujar Rio, dilansir dari laman resmi ITS.

Selain itu, sifat alami UV-C yang mengubah udara yang disinarinya menjadi Ozon (O3)  bersifat berbahaya jika terhirup. Akan tetapi, setelah dinonaktifkan, udara yang kaya akan Ozon tersebut akan terpecah kembali menjadi atom hidrogen dalam waktu yang cepat. 

“Dari pertimbangan itu, bisa kami simpulkan bahwa penggunaan UV-C cukup aman serta mudah untuk dikendalikan," kata Rio.

Sementara itu, Salah satu anggota tim Okta Putra Setio Ardianto menyebut jika lemari disinfektan tersebut unik. Sebab, dalam pembuatannya memperhatikan estetika dan kemudahan penggunaan. Lemari Disinfektan dirancang dengan material kayu di bagian eksterior agar desainnya tidak kaku seperti produk fabrikasi pada umumnya. Lemari juga dibuat supaya terlihat seperti furnitur. 

Menurut Okta, kombinasi tersebut membuat lemari disinfektan memberi kesan hangat ketika dipandang dan membuat nakes menjadi lebih rileks dalam bekerja. Saat ditunjukkan, para nakes di Puskesmas terkejut karena desainnya tidak seperti yang dibayangkan.

"Mereka bilang bagus, tidak kelihatan seperti alat kesehatan biasanya, bahkan ditempatkan di ruangan dekat ruang pelayanan," tutur Okta.