News

Tiga WN Malaysia Dideportasi Imigrasi Sulsel

Imigrasi Sulawesi Selatan tela mendeportasi tiga WN Malaysia sejak Januari 2021


Tiga WN Malaysia Dideportasi Imigrasi Sulsel
Warga Negara Malaysia Artilla (22) bersama seorang petugas Imigrasi Parepare, Sulsel saat mengantarnya ke Pelabuhan Entikong sebelum dipulangkan ke negaranya usai izin tinggalnya di Indonesia berakhir karena mengikuti suaminya di Kabupaten Pinrang, Sulsel, Minggu (10/1/2021). ANTARA/HO/Imigrasi Parepare (Antara )

AKURAT.CO, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Selatan Dodi Karnida mengatakan, sejak Januari hingga April 2021 telah memulangkan atau mendeportasi warga negara (WN) Malaysia sebanyak tiga orang.

"Sudah tiga orang WN Malaysia kami deportasi ini sejak awal tahun dan sekarang kami lagi persiapkan dokumen untuk deportasi WN lainnya," ujar Dodi Karnida, di Makassar, Kamis (15/04/2021).

Ia mengatakan, tiga WN Malaysia yang dipulangkan ke negaranya masing-masing itu, yakni dua perempuan Artilla (22) dan Siti Aisyah (46) serta terakhir Muh Taufiq. Ketiganya dipulangkan karena tidak memiliki dokumen lengkap.

Dodi menyatakan, Artilla dideportasi oleh Kantor Imigrasi (Kanim) Parepare, Sulawesi Selatan pada 11 Januari 2021 melalui jalur darat setelah izin tinggalnya di Indonesia telah berakhir.

Artilla dipulangkan ke negaranya karena izin tinggalnya telah habis berlakunya (overstay) yang sebelumnya mengikuti suaminya di Kabupaten Pinrang, Sulsel.

"Artilla ini mengikuti suaminya yang berprofesi sebagai petani. Suaminya seorang warga negara Indonesia," katanya pula.

Sedangkan Muh Taufiq (22) dideportasi juga, setelah izin tinggalnya di Indonesia telah berakhir (overstay) sejak 2019, dari sebelumnya mengikuti orang tuanya di Kabupaten Sidrap, Sulsel.

"Taufiq ini kelahiran Malaysia dan berstatus warga Malaysia. Orang tuanya dan kerabatnya yang lain warga Kabupaten Sidrap, dan sejak 2017 tinggal di Sidrap kemudian dideportasi dan kembali lagi hingga akhirnya ditangkap lagi," kata dia.

Dodi mengatakan, penegakan hukum keimigrasian dengan tindakan administratif keimigrasian (TAK) berupa pendeportasian dari Bandara Sultan Hasanuddin ke Kuala Lumpur melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu