News

Tiga Wejangan Ketum PP Muhammadiyah untuk Kapolri Listyo Sigit

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menemui Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Kota Yogyakarta, Jumat (19/2/2021).


Tiga Wejangan Ketum PP Muhammadiyah untuk Kapolri Listyo Sigit
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Jumat (19/2/2021). (Dok. Humas PP Muhammadiyah)

AKURAT.CO, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menemui Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Jumat (19/2/2021). Pada pertemuan itu Kapolri mendapat tiga wejangan dari Haedar.

Berdasarkan pantauan, Kapolri bersama rombongan menyambangi Kantor PP Muhammadiyah pukul 13.40 WIB. Setelahnya pertemuan dirinya dengan Haedar dilangsungkan tertutup dari awak media selama hampir satu jam.

Berdasarkan keterangan resmi yang dibagikan PP Muhammadiyah, Kapolri datang untuk menyambung silaturahmi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, yang telah dilakukan pada Jumat (29/1/2021) lalu.

"Pertama, Pak Kapolri kulonuwun, silaturahmi kepada PP Muhammadiyah di ibu kotanya (Yogyakarta) sekaligus juga memperkenalkan program dan langkah pokok yang memerlukan sinergi dengan Muhammadiyah," ungkap Haedar Nashir selepas pertemuan seperti pada keterangan resmi yang diterima, Jumat.

Selain memberikan selamat atas amanah baru Listyo Sigit, Muhammadiyah juga menyampaikan tiga hal kepada Kapolri.

Pertama, adalah bagaimana Muhammadiyah bersama jajaran Korps Bhayangkara dengan porsi dan peran masing-masing membangun jaringan untuk meningkatkan ikhtiar mengatasi pandemi COVID-19.

Tiga Wejangan Ketum PP Muhammadiyah untuk Kapolri Listyo Sigit - Foto 1
AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

"Kedua, kami mendiskusikan dan menyatukan visi bagaimana Muhammadiyah dan Kapolri bersama jajaran kepolisian di seluruh Republik Indonesia serta seluruh komponen pemerintah dan komponen bangsa meningkatkan usaha bersama untuk merekat persatuan bangsa," paparnya.

Kepada Listyo, Haedar menyampaikan peran-peran kebangsaan di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan yang lintas batas untuk semua warga bangsa. Muhammadiyah sebagaimana dituturkan Haedar berupaya terus merajut persatuan dan menjaga kebhinekaan.

"Bahkan kami sampaikan di kawasan di mana Muhammadiyah dan umat Islam minoritas, tidak ada kendala bagi Muhammadiyah untuk hadir dengan peran-peran yang bersifat memberdayakan, memajukan, dan menyatukan kehidupan bangsa sebagaimana di Indonesia bagian timur," tutur Haedar.

Ketiga, Muhammadiyan dan Polri mendiskusikan di era media sosial ini bagaimana melakukan edukasi untuk ketertiban dan keamanan. "Serta kehidupan yang bisa saling toleran satu sama lain di tengah keragaman," pungkasnya.[]