Olahraga

Tiga Tunggal Tumbang, Indonesia Terhenti di Perempat Final

Kegagalan Indonesia kali ini memperpanjang dahaga meraih Piala Uber sejak terakhir kali pada 1996.


Tiga Tunggal Tumbang, Indonesia Terhenti di Perempat Final
Ester Nurumi Tri Wardoyo berhasil mengamankan laga perdana grup N tunggal putri PBSI Home Tournament melawan Asti Dwi Widyaningrum (PBSI)

AKURAT.CO, Ambisi Indonesia untuk meraih Piala Uber 2020 akhirnya terhenti di perempat final. Menghadapi Thailand di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Kamis (14/10) atau Jumat dini hari WIB, Indonesia kalah 2-3.

Kekalahan Indonesia seluruhnya terjadi di nomor tunggal. Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, dan Ester Nurumi Tri Wardoyo belum bisa meraih angka.

Adapun dua angka Indonesia direbut di nomor ganda putri. Yakni melalui duet juara Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan pasangan muda Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Secara umum, penampilan pemain tunggal sebenarnya tidak kalah secara kualitas. Namun, mentalitas untuk bisa merebut permainan di poin kritis masih menjadi soal.

Di partai pertama misalnya, Gregoria sebenarnya sukses merebut set pertama dengan kemenangan 21-14 menghadapi Pornpawee Chocuwong. Namun, di dua set kemudian Gregoria seperti mengulangi kebiasaan melakukan kesalahan sendiri sehingga kalah 10-21 dan 10-21.

Semangat terpacu lagi setelah Greysia/Apriyani menempuh pertandingan berdurasi 92 menit menghadapi Jongkolphan Kithitharakul/Rawinda Prajongjai. Greysia/Apriyani menang dengan skor 21-17, 17-21, dan 21-19.

Lagi, partai ketiga yang dimainkan Putri Kusuma Wardani menghadapi Busanan Ongbamrungphan seperti mengulangi cerita Gregoria di partai pembuka. Kalah 9-21 di set pertama, Putri sebenarnya berpeluang memaksa laga ke set ketiga andai bisa memanfaatkan peluang ketika unggul 21-20 sebelum kalah 201-23 karena kesalahan sendiri.

Pasangan pelapis di sektor ganda putri, Ribka/Fadia, justru berhasil memaksa laga ke partai kelima. Melawan Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachau, Ribka/Fadia menang tiga set dengan skor 21-19, 15-21, dan 21-15.

Adapun pemain berusia 16 tahun, Ester Nurumi Tri Wardoyo, harus menyerah dengan skor 23-25 dan 8-21 atas Phittayaporn Chaiwan di partai kelima. Padahal, Ester sebenarnya berpeluang menang di set pertama setelah sempat unggul 21-20, 22-22, dan 23-22.

Kegagalan ini sekaligus memperpanjang dahaga Merah Putih untuk bisa membawa kembali trofi supremasi bulutangkis beregu putri dunia tersebut. Terakhir kali Indonesia meraih Piala Uber pada 1996.[]