Ekonomi

Tiga Titah Jokowi untuk Badan Riset dan Inovasi Nasional


Tiga Titah Jokowi untuk Badan Riset dan Inovasi Nasional
Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) pada saat Membuka Agenda Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Riset dan Teknologi di Tanggerang Selatan (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan agar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera mengidentifikasi riset strategis dan inovatif demi memajukan kehidupan bangsa Indonesia.

Jokowi berpesan agar BRIN dapat berkonsentrasi pada pengembangan riset strategis serta memecahkan permasalahan bangsa dan memanfaatkan peluang global bagi kemajuan negara Indonesia.

"Saya berpesan kepada BRIN kedepannya nanti sudah bisa mendeteksi dan mengidentifikasi topik riset strategis dan inovatif sesuai dengan kebutuhan bangsa," tuturnya ketika ditemui pada saat pembukaan Rakornas Kemenristek tahun 2020 di Tangerang Selatan, Kamis (30/1/2020).

Jokowi menegaskan agar para birokrat tak hanya duduk di kantor saja, melainkan harus turun ke lapangan mencari riset-riset inovatif dari hulu ke hilir. Agar upaya penyelesaian kesulitan-kesulitan di diri bangsa dapat segera selesai.

Lebih lanjut Jokowi memaparkan terdapat tiga pesan khusus untuk BRIN agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Pertama, BRIN harus segera mengkonsolidasikan agenda riset strategis nasional (Pangan, Energi, Kesehatan, pertahanan, teknologi Informasi serta Komunikasi ditambah dengan pengembangan teknologi dan Inovasi sebagai bagian dukungan percepatan kemajuan bangsa dan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat.

Lalu, kedua BRIN harus melakukan berbagai konsolidasi aktor dan jejaring yang harus terlibat dalam proyek inovasi strategis nasional.

"Jadi selain mengkonsolidasikan 329 unit riset milik kementerian dan lembaga, BRIN juga mampu meningkatkan peran serta swasta dalam riset-riset unggulan, terutama melalui kebijakan super tax deduction menjadi pendorong bagi swasta untuk melakukan penelitian dan pengembangan mereka di Indonesia," tegasnya.

Kemudian yang terakhir adalah mengenai konsolidasi anggaran riset penelitian dan pengembangan seluruhnya sebanyak Rp27,1 triliun.

"Saya ingin anggaran semua kementerian dan lembaga itu dikonsolidasikan sehingga nantinya bisa menghasilkan berbagai hilirisasi riset yang baik ke industri. Begitu pembangunan infrastruktur selesai, maka nantinya dana bisa digeser untuk menambah pendanaan riset nasional demi kemajuan masa depan bangsa," tandasnya.[]