News

Tiga Tahun Pandemi Covid-19, Hong Kong Baru Membuka Diri untuk Pariwisata, Terlambatkah?

Tiga Tahun Pandemi Covid-19, Hong Kong Baru Membuka Diri untuk Pariwisata, Terlambatkah?
Pencabutan karantina direspon dengan gembira oleh penduduk kota, yang telah menanggung lebih dari dua tahun tindakan pandemi yang menghancurkan. Namun, beberapa menganggap langkah ini sudah terlambat (CNN)

AKURAT.CO  Di sekitar tempat yang dulunya merupakan salah satu jalan tersibuk di Hong Kong, seorang pedagang bernama Pak Chan, tampak memberi isyarat. Namun, isyarat yang diberikannya bukan tanda bahagia, tapi lebih ke keluh kesah.

"Tidak ada turis sekarang, apa pun itu," ujarnya denga raut muka kecewa 

Di pasar kaki lima itu, Pak Chan menjajakan aksesori. Ia menjual anting-anting perak, kalung, hingga syal. Barang-barang dagangan itu ia gantung dengan rapi di Tung Choi Street di Kowloon, yang sangat kental dengan pasar malamnya.

baca juga:

Gara-gara pandemi virus corona, tiga tahun terakhir ini menjadi masa yang sangat berat baginya. Sebelum wabah menghantam, Pak Chan membiarkan kiosnya buka sampai jam 10 malam. Namun, hari ini, ia harus menutup awal kedainya, pada jam 7 malam.

Pak Chan, dalam harapannya, hanya ingin melihat perubahan cepat. Semoga aturan karantina segera berakhir, katanya. Aturan ketat ini telah berdampak buruk pada bisnis-bisnis yang mengandalkan pariwisata, tak terkecuali kios kecil milik Pak Chan.

Dalam beberapa hari terakhir, Hong Kong telah mengambil langkah-langkah untuk membuka kembali dirinya ke dunia, dengan terlebih dahulu mencabut kewajiban karantina hotel selama tiga hari. Lalu, pada November, mereka mulai mengumumkan pertemuan puncak perbankan global. Para pejabat berharap langkah itu mampu menghidupkan kembali status Hong Kong sebagai pusat bisnis dan perjalanan internasional.

Namun, beberapa penduduk setempat merasa perubahan itu sudah terlambat.

Tiga Tahun Pandemi Covid-19, Hong Kong Baru Membuka Diri untuk Pariwisata, Terlambatkah - Foto 1
 Pak Chan di kiosnya di Hong Kong Ladies' Maket-Jan Camenzind-Broomsby/CNN
Musim dingin yang panjang

Pemerintah Hong Kong sebelumnya telah mengumumkan berakhirnya karantina formal untuk pelancong internasional. Pencabutan karantina itu, yang diberlakukan mulai 26 September, direspons dengan gembira oleh penduduk kota, yang telah menanggung lebih dari dua tahun tindakan pandemi yang menghancurkan.

Yang paling ketat, aturan karantina Hong Kong dulu mengharuskan pelancong yang masuk untuk menghabiskan 21 hari di kamar hotel yang dibayar dengan biaya sendiri. Hanya penduduk Hong Kong yang diizinkan masuk. Sementara mereka yang yang kurang beruntung, yang datang dari daerah atau negara dengan jumlah kasus virus corona yang tinggi, akan menemukan diri mereka berada di fasilitas yang dikelola pemerintah.