Ekonomi

Tiga Program AP II Pulihkan Gairah Sektor Penerbangan di Tengah Pandemi COVID-19

AP II jalankan tiga program yang bertujuan mendorong gairah sektor penerbangan nasional di tengah pandemi COVID-19 pada 2021


Tiga Program AP II Pulihkan Gairah Sektor Penerbangan di Tengah Pandemi COVID-19
Penumpang saat berada di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, PT Angkasa Pura II (Persero) menetapkan 2021 sebagai periode pemulihan bisnis (Business Recovery), setelah pada tahun lalu merupakan periode mempertahankan bisnis (Business Survival) di tengah pandemi COVID-19.

Di dalam periode Business Recovery ini perseroan menjalankan tiga program yang juga bertujuan untuk mendorong bergairahnya sektor penerbangan nasional dengan memberikan pengalaman jauh lebih baik bagi pelanggan/traveler.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan tiga program tersebut adalah “Leapfrogging The Corporation”, “Lean Operation” dan “Leading Digital”.

“Melalui Leapfrogging The Corporation, PT Angkasa Pura II akan menciptakan bisnis baru dan membangun ekosistem yang lebih besar. Contohnya, dibukanya hotel bintang 4 di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta baik di area domestik dan internasional,” katanya dalam keterangan resminya, Rabu (13/1/2021).

Peluang menciptakan bandara sebagai pusat MICE juga dapat diwujudkan dengan adanya hotel tersebut.

Perseroan juga tetap konsisten dengan program “cost leadership” dan upaya upaya menyiapkan model bisnis yang berbasis ekosistem kebandarudaraan (airport ecosystem-based business model).

“Sementara itu lewat program Lean Operation, akan dilakukan optimalisasi sumber daya di bandara guna meningkatkan kualitas layanan dengan tetap mengedepankan safety, security, service through compliance dan environment sustainability (keselamatan, keamanan dan layanan melalui kepatuhan dan keberlanjutan lingkungan),” katanya.

Sementara itu, lanjut Awaluddin, implementasi Airport Collaborative Decision Making (ACDM) akan membuat seluruh pemangku kepentingan dapat secara optimal memanfaatkan seluruh sumber daya di bandara melalui pendekatan pemanfaatan infrastruktur bersama, kolaborasi sumber daya dan pengggunaan platform operasi bandara secara bersama.

Lebih lanjut, dia mengatakan pada tahun ini perseroan juga akan mempercepat proses digitalisasi sistem kebandarudaraan melalui program Leading Digital.