News

Tiga Politikus Ini Jawab Pertanyaan JK Mengenai Cara Kritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi

JK pertanyakan cara kritik pemerintah tanpa dipanggil polisi.


Tiga Politikus Ini Jawab Pertanyaan JK Mengenai Cara Kritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi
Politikus Ruhut Sitompul (Screenshot/Youtube/Ruhut P Sitompul)

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko komentari pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Pernyataan JK sebelumnya ramai diperbincangankan di media sosial. Khususnya mengenai pertanyaan bagaimana cara kritik pemerintah tanpa dipanggil polisi.

Lantas pernyataan JK mendapat reaksi dari para politikus di Tanah Air. Salah satunya Budiman Sudjatmiko.

Menurut Budiman, kritik terhadap pemerintah tidak akan bermasalah apabila nadanya tidak rasis dan mendukung terhadap kekerasan.

"Jangan rasis dan pro kekerasan, pak," kata Budiman lewat akun Twitter @budimandjatmiko, Senin (15/2/2021).

Setelah itu, Budiman menyindir JK yang pernah menduduki kursi RI 2 selama dua periode.

"Saya tak pernah jadi Wapres 2 kali di era demokrasi, tapi tahu beda kritik dan provokasi. Kenapa? Karena saya dulu kritikus dan oposan (di luar dan di dalam sistem). Bahwa saya dulu ditangkap, bukan karena saya rasis, tapi rejimnya tak demokratis," ujarnya.

Politikus PDIP Ruhut Sitompul juga memberikan respons atas pernyataan JK. Dia malah meminta JK untuk membedakan kritik dengan fitnah.

"JK tanyakan bagai mana mengkritik tidak dipanggil Polisi, jawabannya harus bisa membedakan mana itu kritik yang keras dan pedas ini baik sangat ditunggu beda dengan ujaran kebencian fitnah dan menghujat dengan melanggar hukum ini yang dilarang bisa berurusan dengan polisi," ujar Ruhut menggunakan akun Twitter @ruhutsitompul.