Tech

Tiga Meastro Lukis Indonesia Hadir Dalam Bentuk Avatar

Tiga Meastro Lukis Indonesia Hadir Dalam Bentuk Avatar
Kolaborasi Art in Fashion El-Maestro menghadirkan tiga maestro lukis Indonesia secara nyata dalam bentuk figur animasi 3D avatar. (Dok. WIR Group)

AKURAT.CO, Anak perusahaan WIR Group, AR&Co, bersama dengan brand fashion lokal Indonesia, Celsius, menampilkan visual karya seni lukisan interaktif dan imersif melalui dukungan teknologi AR (Augmented Reality). 

Eksibisi tersebut dapat disaksikan di event El-Maestro, yang merupakan peluncuran koleksi fashion terbaru dari Celsius yang berlangsung di Sarinah, Jakarta.

Selain memamerkan karya lukis dan menuangkan mahakarya seni tersebut dalam item fashion, kolaborasi Art in Fashion El-Maestro ini juga menghadirkan tiga maestro lukis Indonesia, yakni Affandi Koesoma, Basoeki Abdullah, dan Antonio Blanco secara nyata, dalam bentuk figur animasi 3D avatar. 

baca juga:

Chief of Sales and Marketing Officer dari WIR Group, Gupta Sitorus mengatakan, hal ini memberikan pengalaman unik bagi pengunjung dan mendorong generasi muda untuk terus memberikan apresiasi terhadap karya seni dalam negeri. 

Menurutnya, teknologi AR telah memberikan disrupsi dalam berbagai bidang, termasuk dalam hal memberikan apresiasi pada karya seni. Sentuhan teknologi dalam karya seni lukisan berhasil memberikan pengalaman unik bagi pengunjung untuk lebih mengapresiasi karya seni tersebut secara lebih dalam. 

"Sebuah karya seni mampu mengunggah emosi, perasaan, pemikiran mendalam pada orang yang melihat, dengan dukungan teknologi Augmented Reality, semua sensasi yang dialami indera itu dapat ditingkatkan," ujar Gupta, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/12/2022).

Ia juga mengatakan, di dalam pameran seni El-Maestro, ketiga Maestro ditampilkan dalam bentuk visual interaktif melalui filter Instagram yang mudah diakses oleh pengunjung dan akrab dengan generasi muda. 

Hal ini juga bertujuan untuk menarik minat mereka sebagai generasi masa depan untuk mengenal legenda dunia seni internasional asal Indonesia tersebut. Selain itu, bagi generasi yang lebih senior, kehadiran Affandi, Basoeki Abdullah dan Antonio Blanco dalam wujud figur AR ini dapat menjadi momen nostalgia.

AR dinilai telah berhasil membawa dunia seni ke level baru dan memberikan seniman kemerdekaan untuk mengekspresikan diri mereka dengan cara yang berbeda.

"Saat ini, telah banyak penampilan karya seni yang telah dikemas dalam bentuk AR di dunia. Untuk itu, kami senang melihat Indonesia menjadi salah satu negara yang telah selangkah lebih maju dalam mengaplikasikan teknologi AR ke dalam bidang seni. Sebuah transisi bagi dunia seni di Indonesia dalam memasuki era web3," jelas Gupta.

Pemanfaatan teknologi AR saat ini telah dimanfaatkan di berbagai bidang melihat potensi yang diberikan, terutama dalam bidang pemasaran, konten, pendidikan, dan sebagainya. AR memberikan solusi teknologi melalui pengalaman imersif untuk masyarakat merasakan integrasi dunia online to offline (O2O).

"Sesuai dengan filosofi kami, yaitu inklusivitas, kami akan terus berupaya untuk mengembangkan solusi teknologi, termasuk metaverse dan web3, yang dapat dinikmati setiap orang," tutup Gupta.