News

Tiga Jenis Begal di Jabodetabek Versi IPW

Keberhasilan Polda Metro Jaya meringkus dua begal terhadap Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko patut diapresiasi.


Tiga Jenis Begal di Jabodetabek Versi IPW
Ketua Presedium IPW Neta S Pane (AKURAT.CO/Faqih)

AKURAT.CO, Keberhasilan Polda Metro Jaya meringkus dua begal terhadap Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko patut diapresiasi.

Keberhasilan polisi mengidentifikasi pelaku lewat rekaman CCTV di sekitar lokasi pembegalan Jalan Medan Merdeka Barat itu merupakan prestasi tersendiri bagi polisi. Sehingga dengan cepat, kedua begal berinisial RHS (32) dan RY (39) sukses dicokok.

Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane menjelaskan, kejahatan dengan cara begal menjadi tren di Indonesia. Terutama di wilayah hukum Polda metro Jaya sejak lima tahun terakhir.

Dia mengungkapkan, ada tiga jenis begal di Jabodetabek. Yakni begal sepeda motor, begal payudara, dan begal sepeda. Ketiga begal ini punya karakter masing masing. Begal sepeda motor, kata dia, pelakunya cenderung membawa senjata tajam dan tujuannya mengambil sepeda motor korban.

Lalu, begal payudara korbannya adalah wanita dan pelakunya orang iseng. Sedangkan begal sepeda, pelaku umumnya hanya mengambil tas korban dengan cara menjambret hingga korban tersungkur di jalanan.

"Tren begal sepeda ini baru muncul setelah tren bersepeda berkembang di masyarakat. Kebetulan saat bersepeda orang orang cenderung menyelempangkan tasnya ke belakang dan ini menjadi peluang bagi pelaku kejahatan," katanya kepada wartawan, Sabtu (7/11/2020).

Dalam menjalankan aksinya, pelaku begal sepeda tidak mengenal tempat. Semua tempat bisa menjadi lokasi pembegalan. Di kawasan Ring 1 seperti area sekitar Istana negara sekalipun mereka tetap berani.

"Melihat makin ganasnya tren begal sepeda ini, sudah saatnya para pesepeda lebih waspada. Yakni jangan bersepeda sendirian di kawasan sepi dan jangan meletakkan tas di belakang tubuh. Antisipasi harus lebih dulu dilakukan masyarakat pesepeda, agar mereka tidak menjadi korban kebrutalan pelaku begal sepeda," katanya.

Dengan adanya kejadian-kejadian pembegalan pesepada itu, dia meminta polisi untuk mulai memetakan wilayah rawan begal sepeda. Lalu, menempatkan aparaturnya di titik-titik rawan tersebut. Selain itu polri juga perlu mengintensifkan patroli pada momen-momen pesepeda muncul. Seperti di hari Sabtu dan Minggu.