News

Tiga Hari Penyekatan, Pos Pasaman Nihil Pemudik

Pos perbatasan Pasaman hingga kini belum juga menemui pemudik yang melintas


Tiga Hari Penyekatan, Pos Pasaman Nihil Pemudik
Proyek pembangunan Jalan Tol Cinere-Serpong di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (30/5/2020). Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) tetap melanjutkan pembangunan jalan tol. Kementerian ATR/BPN diketahui memberikan uang ganti rugi kepada masyarakat yang lahannya akan dipakai untuk pembangunan Jalan Tol Cinere-Serpong dan sebaliknya, serta Tol Serpong-Balaraja. Uang ganti rugi tersebut senilai Rp82,82 m (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Polres Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat selama tiga hari operasi penyekatan di perbatasan Sumatera Barat - Sumatera Utara - Riau belum ada pemudik yang diminta putar balik.

"Operasi penyekatan itu dilakukan di dua pos penyekatan dibantu oleh tim gabungan dari instansi lain," kata Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Adriansyah di Lubuk Sikaping, Sabtu (08/05/2021).

Tim gabungan instansi lain antara lain BPBD Pasaman, Pol PP Pasaman, TNI dan Brimob Polda Sumbar sebanyak 20 personel.

Ia menerangkan 20 Brimob itu ditugaskan di dua pos penyekatan perbatasan masing-masing ditempatkan 10 personel.

Dua pos penyekatan tersebut antara lain Pos Muaro Cubadak, Kecamatan Rao, perbatasan antara Sumatera Barat dengan Sumatera Utara dan Pos Mapattunggul, Kecamatan Mapat Tunggul perbatasan dengan Sumatera Barat dengan Riau.

Ia menjelaskan selama dimulainya operasi penyekatan dari tanggal 6 sampai 8 Mei belum ada pemudik dari daerah lain yang masuk ke wilayah Kabupaten Pasaman.

Hanya saja ada dari warga Riau melewati lokasi pos penyekatan, dalam keseharian memang untuk pergi berbelanja ke Pasar Mapatunggul jumlah kendaraan sebanyak 12 motor.

"Jadi mungkin 12 kendaraan itu tidak termasuk sebagai pemudik akan tetapi kita tetap melakukan pengecekan dengan cek identitas, bebas COVID-19 dan lainnya," katanya.

Sementara di Kecamatan Rao, perbatasan antara Sumatera Barat dengan Sumatera Utara masih sepi dan hanya melintas truk mobil pengangkut barang.

Ia mengimbau kepada para petugas di pos penyekatan untuk tetap semangat walau mungkin keadaan lelah serta jangan lengah utamakan penampilan, pelayanan simpatik kepada masyarakat.[]

Sumber: Antara

Arief Munandar

https://akurat.co