News

RSD Wisma Atlet Diprediksi Bakal Kepenuhan Pasien dalam 3 Hari ke Depan

Koordinator Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Mayjend TNI Tugas Ratmono memastikan bahwa dalam hitungan hari kedepan, tempat tidur (TT) di RSD Covid-19 untuk isolasi pasien Covid-19 sudah penuh.


RSD Wisma Atlet Diprediksi Bakal Kepenuhan Pasien dalam 3 Hari ke Depan
Tugas Ratmono

AKURAT.CO  Koordinator Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Mayjend TNI Tugas Ratmono memastikan bahwa dalam hitungan 3 hari kedepan, tempat tidur di RSD Covid-19 untuk isolasi pasien Covid-19 bakalan penuh.

Kondisi itu tak bisa dihindari bila jumlah pasien yang Covid-19 yang masuk tiap hari sama seperti seminggu belakangan ini di kisaran 500 hingga 600 orang perhari. 

Padahal, kata dia, sebelumnya mereka telah menambah jumlah tempat tidur hingga 1.400 unit untuk mengantisipasi lonjakan kasus, sehingga total tempat tidur yang ada saat ini adalah sebanyak 7.394 unit. 

"Kalau ini terus bertambah, saat ini kami masih punya 1.843 bed (TT). Jadi kalau nambah 500 sampai 600 perhari, kita bisa itung tinggal berapa hari (penuh)," katanya dalam acara talkshow yang tayang livestreaming di YouTube BNPB, Rabu (16/6/2021). 

Karena itu, dia berharap ada upaya serius untuk memutus penularan virus di masyarakat.

Sebab, hulu lonjakan kasus Covid-19 itu ada di masyarakat. Mobilitas masyarakat harus benar-benar diperketat untuk mengurangi laju penularan virus corona.

"Jadi ini harus betul-betul di rem di hulunya di masyarakat. Supaya penularannya bisa diputus," katanya. 

Hingga Rabu sore ini, kata dia, jumlah penghuni RSD itu mencapai 5.551 orang pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang. Jumlah itu, kata dia cukup besar. Sebab, setara dengan 75.05 persen dari total kapasitas tampung. 

"Sejak seminggu ini penambahan itu antara 500 dan 600 (yang masuk RSD Covid-19 Wisma Atlet). Tertinggi penambahannya tiga hari yang lalu sebanyak 625 pasien sehari," katanya. 

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, mereka memang telah menyiapkan lokasi isolasi tambahan di Rusun Nagrak di Cilincing dan satu tower tambahan di Wisma Atlet, Pademangan, Jakarta Utara. 

"Namun kapasitas ini pasti ada keterbatasan. Oleh karenanya bagaimana memutus rantauli penularan di masyarakat ini yang sangat penting jadi perhatian," ujarnya.